Dubai Diserang Tengah Malam, Api Membubung di Address Creek Harbour 2 Usai Drone Iran Menghantam

- Drone Iran menghantam menara residensial Address Creek Harbour 2 di Dubai pada Kamis (12/3/2026) dini hari pukul 02.45 waktu setempat; kebakaran kecil berhasil dipadamkan dan seluruh penghuni dievakuasi tanpa ada korban jiwa maupun luka-luka.
- Serangan ini terjadi kurang dari 24 jam setelah dua drone Iran sebelumnya jatuh di sekitar Bandara Internasional Dubai, melukai empat orang; militer UAE mencatat telah mencegat lebih dari 1.500 drone sejak konflik meletus 28 Februari 2026.
- Di tengah serangan yang kian meluas, KLM dan British Airways membatalkan penerbangan ke Dubai, Bahrain memindahkan armada pesawatnya keluar negeri, dan DK PBB memungut suara resolusi yang mendesak Iran menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk.
, DUBAI -Sebuah drone Iran menghantam gedung residensial di kawasan Dubai Creek Harbour pada dini hari Kamis (12/3/2026), sekitar pukul 02.45 waktu setempat. Serangan itu memicu kebakaran di beberapa unit apartemen di menara Address Creek Harbour 2, namun api berhasil dipadamkan dalam hitungan menit oleh tim Pertahanan Sipil Dubai. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Kantor Media Dubai membenarkan insiden tersebut melalui pernyataan resmi dan kiriman di platform X. Seluruh penghuni gedung dievakuasi segera setelah drone jatuh, sementara aparat terus memantau situasi dan menerapkan langkah-langkah pengamanan di sekitar lokasi.
“Insiden yang melibatkan drone yang jatuh di sebuah bangunan di sekitar Dubai Creek Harbour,” demikian konfirmasi Kantor Media Dubai.
Televisi pemerintah Iran IRIB mengklaim serangan itu dilakukan menggunakan wahana berpemandu presisi. Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api yang tampak terbatas pada satu hingga dua unit apartemen, dengan puing-puing berceceran di jalan di bawah gedung.
Serangan ke Dubai Creek Harbour ini terjadi kurang dari 24 jam setelah dua drone Iran sebelumnya jatuh di sekitar Bandara Internasional Dubai pada Rabu (11/3/2026) pagi, melukai empat orang, dua warga Ghana dan satu warga Bangladesh, dengan luka-luka ringan.
Rentetan serangan drone ke Dubai merupakan bagian dari eskalasi yang terus meluas sejak konflik bersenjata dimulai pada 28 Februari 2026. Militer UAE mencatat bahwa sejak awal serangan Iran, sistem pertahanan udara mereka telah mencegat 268 rudal balistik, 15 rudal jelajah, dan lebih dari 1.500 drone. Iran sendiri menyebut serangan pada Rabu-Kamis ini sebagai gelombang ke-37 dalam kampanye militer mereka, termasuk peluncuran empat rudal ke markas pasukan AS di kawasan Teluk, di antaranya dua rudal yang menyasar Camp Arifjan di Kuwait.
Dampak konflik semakin terasa pada lalu lintas penerbangan sipil. KLM dan British Airways sudah menarik diri dari rute Dubai. Bahrain pun memindahkan armada pesawatnya keluar dari negaranya. Di jalur laut, dua kapal kargo melaporkan tertembak proyektil tak dikenal di Selat Hormuz dalam kurun waktu berdekatan.
Sementara itu, Dewan Keamanan PBB memberikan suara pada resolusi yang mendesak Iran segera menghentikan serangannya terhadap negara-negara Teluk. Eskalasi yang menjangkau kota-kota sipil seperti Dubai menegaskan bahwa konflik yang semula berfokus pada instalasi militer dan jalur energi kini telah merangsek ke wilayah yang selama ini dianggap sebagai zona aman bagi warga sipil dan bisnis internasional di kawasan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: