Kloter Perdana Haji 2026 dari Yogyakarta dan Jakarta Mendarat di Madinah Rabu Pagi

- Dua kloter pertama haji Indonesia 2026 dari Yogyakarta dan Jakarta Pondok Gede mendarat di Bandara Madinah pada Rabu pagi, dengan selisih waktu tiba sekitar 35 menit.
- Kloter Jakarta Pondok Gede menggunakan fasilitas fast track sehingga proses imigrasi rampung di Indonesia dan jemaah langsung menuju bus dalam waktu kurang dari 30 menit setelah mendarat.
- Hari pertama kedatangan mencakup total 15 kloter; secara keseluruhan musim haji 2026 akan memberangkatkan lebih dari 204.000 jemaah hingga akhir Mei.
, Madinah – Dua kelompok terbang pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi, pada Rabu pagi waktu setempat. Keduanya berasal dari embarkasi Yogyakarta dan Jakarta Pondok Gede, menandai hari pertama gelombang kedatangan musim haji 1447 H.
Kloter 1 Yogyakarta membawa 360 orang, diterbangkan oleh Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 6501. Pesawat lepas landas dari Indonesia pada Selasa malam, 21 April 2026, pukul 23.40 WIB, dan dijadwalkan tiba di Madinah pada Rabu pukul 06.15 Waktu Arab Saudi.
Menyusul di belakangnya, kloter dari Jakarta Pondok Gede berangkat dengan Garuda Indonesia penerbangan GA 7301, lepas landas pukul 00.45 WIB dan dijadwalkan tiba di bandara Madinah pukul 06.50 Waktu Arab Saudi.
Yang membedakan keduanya bukan sekadar jadwal. Jemaah dari Yogyakarta akan melalui pintu kedatangan internasional biasa, sementara jemaah Jakarta Pondok Gede menggunakan jalur cepat atau fast track karena proses keimigrasiannya sudah diselesaikan di Tanah Air sebelum berangkat.
“Dengan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat,” terang Budi Agung Nugroho, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, di Kantor Daker Madinah, Minggu lalu.
Dengan fasilitas itu, jemaah yang menggunakan fast track langsung keluar melalui terminal khusus dan diarahkan ke bus dalam waktu kurang dari 30 menit, tanpa harus mengantre di loket imigrasi bandara. Jemaah non-fast track tetap melewati pemeriksaan standar, termasuk proses X-ray.
Ada yang berbeda pula soal koper. Jika tahun-tahun sebelumnya bagasi jemaah keluar lewat Terminal Internasional, kini koper dikelola melalui satu gedung khusus bagasi dan kargo. Perubahan ini dimaksudkan untuk mempercepat pengambilan barang dan mengurangi kepadatan di area kedatangan.
Dari 360 jemaah asal Yogyakarta, separuhnya, yakni 180 orang, berusia di atas 60 tahun.
Proporsi lansia yang cukup besar ini memunculkan tantangan tersendiri bagi petugas, terutama dalam hal mobilitas dan kondisi kesehatan selama penerbangan panjang.
Di luar dua kloter awal itu, hari pertama kedatangan ini ternyata lebih ramai dari yang dibayangkan. Pada hari pertama, sebanyak 15 kloter dari berbagai embarkasi di Indonesia dijadwalkan mendarat secara bertahap di Bandara Madinah. Yogyakarta memang yang paling awal, tapi bukan satu-satunya.
Budi memastikan bahwa seluruh layanan di Madinah telah siap menjelang kedatangan kloter pertama, mencakup akomodasi, konsumsi, hingga transportasi. Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja Madinah dan Bandara.
Musim haji tahun ini mencatat sejumlah penyesuaian teknis yang cukup mencolok, dari perluasan fast track hingga penggunaan gedung kargo terpisah untuk bagasi.
Perubahan-perubahan kecil ini bisa terasa remeh dari luar, tapi bagi jemaah yang sudah menunggu bertahun-tahun untuk sampai di titik ini, kelancaran di bandara adalah hal pertama yang akan mereka ingat dari perjalanan ini.
Secara keseluruhan, musim haji 2026 akan memberangkatkan 204.362 jemaah dan petugas melalui 525 kloter dari 14 embarkasi di seluruh Indonesia, dengan kloter terakhir dijadwalkan berangkat pada 21 Mei 2026.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: