Hari Ketiga Operasional Haji 2026, Hampir 6.000 Jemaah Indonesia Mendarat di Madinah

- Per Rabu (22/4/2026) malam, sebanyak 5.997 jemaah haji Indonesia telah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, dari total 17 kloter yang diberangkatkan pada hari pertama pemberangkatan.
- Lebih dari 2.500 jemaah dari lima kloter pertama mendapat akomodasi hotel sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi, sementara kartu Nusuk kini sudah dibagikan sejak di Indonesia sebagai perubahan sistem baru.
- Jemaah diimbau menjaga kondisi fisik, tidak memaksakan aktivitas, dan rutin minum air mengingat cuaca Madinah yang panas dan kering, serta rangkaian ibadah puncak haji masih panjang pada Mei mendatang.
, Jakarta – Penyelenggaraan haji 1447 Hijriah memasuki hari ketiga operasional, dan arus kedatangan jemaah Indonesia di Madinah terus bertambah. Hingga Rabu (22/4/2026) malam waktu Arab Saudi, tercatat hampir 6.000 jemaah telah mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menyampaikan perkembangan terbaru itu dalam konferensi pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Ia merinci bahwa pada hari pertama pemberangkatan, sebanyak 17 kloter sudah dilepas dari Tanah Air.
“Pada hari pertama keberangkatan sebanyak 17 kelompok terbang atau kloter telah diberangkatkan dengan total 6.667 jemaah dan 68 petugas kloter,” kata Ichsan.
Dari jumlah itu, laporan PPIH Arab Saudi mencatat 12 kloter dengan 4.823 jemaah dan 48 petugas telah tiba di Madinah dalam kondisi aman. Sementara data terakhir per pukul 22.55 WAS menunjukkan angka kumulatif 5.997 jemaah sudah berada di Kota Nabi.
Kabar yang ikut melegakan datang soal akomodasi. Lebih dari 2.500 jemaah dari lima kloter pertama menempati hotel yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi. Penginapan itu berlokasi di sekitar pintu 330 masjid, satu akses yang dikenal strategis bagi jemaah yang ingin masuk ke area ibadah, termasuk ziarah ke Raudhah. Bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas, jarak sedekat ini tentu bukan hal kecil.
Ada pula perubahan yang mungkin tidak tampak besar, tetapi cukup berarti secara administratif. Kartu Nusuk, yang pada tahun-tahun sebelumnya baru dibagikan setelah jemaah tiba di Arab Saudi, kini sudah diserahkan sejak masih di Indonesia. Di hotel, jemaah hanya perlu mengikuti sosialisasi penggunaan kartu dari pihak syarikah.
Di tengah antusiasme awal perjalanan, Konsul Jenderal RI di Jeddah mengingatkan para jemaah untuk tidak memaksakan diri.
“Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” ujar Yusron B. Ambary, dikutip dari situs Kemenhaj RI.
Perhatian terhadap kesehatan memang penting digarisbawahi. Mayoritas jemaah haji Indonesia tahun ini termasuk kelompok lanjut usia, yang kondisi fisiknya lebih rentan terhadap tekanan cuaca. Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, secara khusus mengingatkan soal terik Madinah yang tidak boleh dianggap remeh.
“Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20 hingga 30 menit,” ucap Khalilurrahman.
Ia juga menyarankan penggunaan tabir surya dan pelembap bibir sebagai perlindungan tambahan dari paparan panas yang kering.
Puncak haji dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang. Apa yang terjadi di Madinah dalam pekan-pekan ini adalah pemanasan panjang sebelum titik terberat musim haji benar-benar dimulai.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: