Prabowo Perintahkan Bank BUMN Kucurkan Kredit Rakyat Bunga Maksimal 5 Persen

- Presiden Prabowo menyebut bunga pinjaman untuk rakyat kecil saat ini bisa mencapai 70% per tahun, dan memerintahkan bank-bank BUMN untuk segera meluncurkan kredit rakyat dengan bunga maksimal 5%.
- Prabowo juga mengumumkan rencana pembangunan satu juta rumah bagi buruh dengan skema cicilan jangka panjang hingga 40 tahun.
- Program cicilan rumah dirancang agar menggantikan pengeluaran kontrakan yang selama ini menyedot sekitar 30 persen penghasilan bulanan buruh.
, Jakarta – Di hadapan ribuan buruh yang memadati Monumen Nasional pada peringatan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026), Presiden Prabowo Subianto mengungkap sesuatu yang selama ini jarang diucapkan terang-terangan dari podium kepresidenan, betapa mahalnya bunga pinjaman yang selama ini menghimpit rakyat kecil.
Prabowo menyebut bunga kredit yang dikenakan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah bisa menembus angka yang mencengangkan.
“Orang kecil pinjam uang bunganya bisa 70% setahun,” kata Prabowo dalam pidatonya di Monas.
Atas dasar itu, ia menyatakan telah menginstruksikan bank-bank milik negara untuk segera merealisasikan skema kredit baru yang jauh lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
“Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5%,” ujarnya.
Selisih antara 70 persen dan 5 persen bukan sekadar angka di atas kertas. Bagi jutaan pekerja harian dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada pinjaman untuk memutar modal, beban bunga setinggi itu kerap menjadi jebakan yang sulit keluar darinya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga memaparkan rencana pembangunan satu juta rumah yang dikhususkan bagi kalangan buruh. Rumah tersebut dapat dicicil dalam jangka sangat panjang, mulai dari 20 tahun hingga 40 tahun, bergantung pada kemampuan masing-masing.
“Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun. Karena buruh tidak mungkin lari ke mana-mana,” kata Prabowo.
Logika di balik program itu cukup sederhana. Rata-rata buruh sudah mengalokasikan sekitar 30 persen penghasilannya untuk biaya kontrakan setiap bulan. Prabowo ingin angka itu dialihkan langsung menjadi cicilan kepemilikan rumah, sehingga buruh tidak hanya membayar tempat tinggal sementara, melainkan membangun aset jangka panjang.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: