TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

16 April 2026
TODAY'S RECAP

Cari berita

Kekayaan Elon Musk Tembus Rp12.509 Triliun, Pecahkan Rekor Baru Orang Terkaya Dunia

Poin Penting (3)
  • Kekayaan Elon Musk melonjak menjadi US$749 miliar atau sekitar Rp12.509 triliun, menjadikannya orang pertama di dunia dengan kekayaan di atas US$700 miliar.
  • Lonjakan ini dipicu keputusan Mahkamah Agung Delaware yang mengembalikan paket kompensasi saham Tesla, yang nilainya kini membengkak menjadi sekitar US$139 miliar.
  • Posisi Musk kini berada di puncak daftar orang terkaya dunia, melampaui Larry Page, seiring optimisme investor terhadap Tesla, SpaceX, dan perkembangan teknologi AI.

Resolusi.co, Jakarta– Kekayaan CEO Tesla Elon Musk kembali meroket hingga menyentuh angka fantastis. Forbes mencatat, per Jumat malam (20/12), total kekayaan bersih Musk mencapai US$749 miliar atau setara Rp12.509 triliun (kurs Rp16.690 per dolar AS). Angka ini menempatkannya sebagai manusia pertama di dunia dengan kekayaan yang tembus di atas US$700 miliar.

Lonjakan tajam kekayaan Musk tak lepas dari keputusan Mahkamah Agung Delaware, Amerika Serikat, yang mengembalikan hak paket kompensasi saham Tesla miliknya. Putusan tersebut membatalkan keputusan pengadilan tingkat bawah yang sebelumnya membatalkan kesepakatan kompensasi Tesla tahun 2018 senilai US$56 miliar. Dengan putusan terbaru, nilai kompensasi Musk kini diperkirakan melompat menjadi sekitar US$139 miliar atau lebih dari Rp2.300 triliun.

Kenaikan kekayaan Musk langsung menggeser posisi pendiri Google, Larry Page, yang kini berada di peringkat kedua orang terkaya dunia. Forbes menaksir kekayaan Page berada di kisaran US$500 miliar atau sekitar Rp8.348 triliun.

Putusan pengadilan tersebut bukan hanya mengukuhkan hak Musk atas kompensasi saham, tetapi juga mempertegas pengaruhnya dalam perjalanan Tesla sebagai perusahaan raksasa teknologi global. Keputusan ini dinilai sebagai kemenangan besar Musk setelah sempat menghadapi gugatan hukum panjang terkait paket gaji raksasa tersebut.

Tak berhenti di situ, pada November lalu para pemegang saham Tesla bahkan telah menyetujui paket gaji terpisah dengan nilai mencapai sekitar US$1 triliun, menjadikannya paket kompensasi terbesar dalam sejarah perusahaan modern. Dukungan investor ini sekaligus menunjukkan kepercayaan besar terhadap visi Musk untuk mengubah Tesla dari sekadar produsen kendaraan listrik menjadi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan dan robotika.

Lonjakan kekayaan Musk juga mencerminkan optimisme pasar terhadap masa depan Tesla, peningkatan valuasi SpaceX, serta antusiasme global terhadap pengembangan teknologi AI. Meski demikian, besarnya kekuasaan dan kompensasi Musk tetap memunculkan perdebatan dan sorotan hukum di berbagai kalangan.

Namun satu hal yang kini tak terbantahkan: Elon Musk kembali mencatatkan sejarah dengan memecahkan rekor kekayaan global dan mempertegas dominasinya di puncak daftar orang terkaya dunia.