TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Setahun Tragedi Jeju Air, Presiden Korsel Sampaikan Permintaan Maaf

Poin Penting (3)
  • Pesawat Jeju Air meledak saat mendarat di Bandara Muan, menewaskan 179 orang.
  • Presiden Korea Selatan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.
  • Pemerintah berjanji mengungkap penyebab kecelakaan dan mereformasi keselamatan penerbangan.

Resolusi.co, Jakarta — Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga korban tragedi kecelakaan pesawat Jeju Air yang terjadi setahun lalu, Senin (29/12/2025). Ia juga berkomitmen untuk mengungkap fakta lengkap penyebab kecelakaan terbesar dalam sejarah penerbangan Korea Selatan itu.

Kecelakaan terjadi pada 29 Desember 2024, ketika Jeju Air Flight 2216 dalam perjalanan dari Bangkok mendarat di Bandara Internasional Muan. Pesawat overshoot landasan pacu, menghantam tanggul, dan meledak, menyebabkan 179 dari 181 orang di dalamnya tewas, sementara dua kru kabin berhasil selamat.

Dalam pernyataannya, Presiden Lee mengakui bahwa tragedi tersebut mengungkap kelemahan struktural dalam sistem keselamatan penerbangan negara serta menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban. Ia menyatakan bahwa janji dan kata-kata saja tidak cukup, dan menegaskan pentingnya penyelidikan yang kredibel, independen, dan transparan untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang.

Pemerintah kini berupaya memperkuat independensi dan profesionalisme Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api yang berada di bawah Kementerian Transportasi, sekaligus menyediakan dukungan komprehensif bagi para keluarga korban, termasuk perawatan psikologis, bantuan hukum, dan dukungan ekonomi.

Perayaan satu tahun tragedi pun berlangsung dengan upacara peringatan di lokasi kecelakaan, di mana keluarga korban dan masyarakat berkumpul untuk mengenang mereka yang gugur sambil menuntut kejelasan penuh atas penyebab kecelakaan dan pertanggungjawaban atas kegagalan keselamatan.

Sementara itu, parlemen Korea Selatan sedang mempertimbangkan reformasi legislatif untuk memperluas ruang lingkup investigasi dan memperbaiki struktur badan penyelidikan kecelakaan demi kemandirian dan akurasi yang lebih tinggi.