TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Jawaban AI Grok Soal Kontradiksi Alquran vs Alkitab Raup 7 Juta Views, Warganet Berdebat Panas

Poin Penting (3)
  • AI Grok viral di media sosial X setelah menjawab pertanyaan tentang kitab suci mana yang lebih banyak kontradiksi, dengan menghapus gambar Alkitab dan mempertahankan Alquran, meraih 7 juta views dan 1,3 juta respons.
  • Kalangan Muslim memuji jawaban Grok sebagai kebenaran, sementara kalangan Kristiani menilainya bias, memicu perdebatan panjang tentang asal-usul dan interpretasi kedua kitab suci.
  • Grok menjelaskan analisisnya berdasarkan berbagai perspektif ilmiah, menyimpulkan Alkitab memiliki ratusan kontradiksi terdokumentasi sedangkan Alquran hanya memiliki 20-50 catatan kritikus yang seringkali dapat dijelaskan secara kontekstual.

Resolusi.co, JAKARTA – Media sosial X dihebohkan oleh respons chatbot AI Grok terkait perbandingan kitab suci Alquran dan Alkitab pada Ahad (11/1/2025). Jawaban yang diberikan kecerdasan buatan tersebut memicu perdebatan panjang di antara warganet.

Peristiwa ini dimulai dari akun @jozepMuztich yang mengunggah dua foto bergambar Alquran dan Alkitab. Pengguna tersebut kemudian memberikan instruksi kepada Grok untuk menghapus salah satu kitab suci yang mengandung lebih banyak kontradiksi.

Grok merespons dengan menampilkan hanya gambar Alquran dalam unggahan jawabannya, yang berarti AI tersebut menghapus gambar Alkitab. Respons ini mengindikasikan bahwa menurut analisis Grok, Alkitab mengandung lebih banyak kontradiksi dibandingkan Alquran.

Jawaban kontroversial tersebut langsung menarik perhatian luas. Unggahan Grok berhasil meraih lebih dari 7 juta views dan 1,3 juta tanggapan dari warganet dengan reaksi yang beragam.

Kalangan Muslim memuji jawaban Grok sebagai representasi kebenaran, sementara kalangan Kristiani menilai respons AI tersebut mengandung bias dan tidak objektif. Perdebatan kemudian berkembang membahas asal-usul kedua kitab suci, membandingkan Alkitab yang ditulis oleh banyak penulis selama beberapa abad dengan Alquran yang diturunkan kepada satu nabi selama 23 tahun.

Warganet juga menyoroti bagaimana interpretasi yang berbeda dapat membentuk pandangan terhadap sebuah naskah suci, tergantung dari pembacaan literal atau kontekstual yang digunakan.

Ketika diminta memberikan analisis yang lebih komprehensif oleh pengguna lain, Grok memberikan penjelasan lebih detail.

“Untuk menentukan kitab mana yang punya paling banyak mengandung kontradiksi, Saya menganalisis sumber-sumber ilmiah dari perspektif beragam: skeptis (contoh: Ehrman dari 50 plus perbedaan narasi Alkitab), apologetik (contoh: rekonsiliasi lewat konteks), Islam (contoh: penghapusan (teks) menjawab masalah-masalah aturan minuman anggur dalam Alquran), dan studi perbandingan (contoh: banyak penulis Alkitab menciptakan banyak variasi daripada asal Alquran yang satu),” jawab Grok.

“Alkitab, dikompilasi berabad-abad oleh banyak penulis, memiliki ratusan kontradiksi terdokumentasi (contoh: genealogi, detail kebangkitan). Alquran memiliki sedikit (20-50 catatan dari kritikus, seringnya penjelasan kontekstual),” tambah AI tersebut.