TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Kabar Gembira! Beli Beras Murah SPHP Kini Boleh 5 Pak Sekaligus

Poin Penting (3)
  • Batas pembelian beras SPHP dinaikkan dari 10 kg menjadi 25 kg per konsumen mulai Februari 2026
  • Pemerintah alokasikan 1,5 juta ton beras SPHP untuk tahun 2026, tersedia di pasar tradisional dan modern
  • Rencana wujudkan beras SPHP satu harga di seluruh Indonesia dengan subsidi transportasi dari pemerintah

Resolusi.co, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melonggarkan batasan pembelian beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk tahun 2026. Mulai Februari mendatang, masyarakat dapat membeli beras SPHP hingga 5 kemasan atau setara 25 kilogram per konsumen.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya terima masyarakat terhadap beras SPHP. Sebelumnya, pembatasan hanya diperbolehkan maksimal 2 kemasan atau 10 kilogram per konsumen.

“Semula batas maksimal pembelian berada di 2 pak per konsumen atau 10 kilogram (kg). Ke depan direncanakan batas maksimal pembelian beras SPHP tahun 2026 dapat berada di 5 pak per konsumen atau 25 kg,” kata Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy.

Penyesuaian aturan ini baru diberlakukan pada Februari 2026. Untuk periode Januari, batasan pembelian masih mengikuti ketentuan lama yakni maksimal 2 kemasan per orang karena menggunakan sisa alokasi SPHP tahun 2025.

Pemerintah telah menyiapkan alokasi beras SPHP sebesar 1,5 juta ton untuk disalurkan sepanjang 2026. Target ini sama dengan alokasi tahun sebelumnya dan telah mendapat persetujuan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada 29 Desember 2025.

“Selanjutnya mulai bulan Februari, sudah ada alokasi SPHP beras untuk 2026 sebesar 1,5 juta ton sepanjang tahun ini. Jadi tidak ada jeda penyaluran beras SPHP untuk masyarakat,” ujar Sarwo.

Distribusi beras SPHP kini diperluas ke berbagai saluran pemasaran. Program ini tidak hanya tersedia di pasar tradisional, tetapi juga di pasar modern dan berbagai gerai ritel.

“Jadi SPHP beras sudah kita buka untuk semua masyarakat, baik untuk pasar modern maupun pasar tradisional serta instansi-instansi yang akan melaksanakan program SPHP. Saat ini juga sudah tersedia pula di ritel-ritel modern,” tambah Sarwo.

Bapanas mendorong masyarakat mencoba mengonsumsi beras SPHP. Kualitas beras ini diklaim setara dengan beras medium yang beredar di pasaran, namun dengan harga lebih terjangkau.

Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 3,2 juta ton di awal tahun ini. Stok yang memadai memudahkan pelaksanaan program stabilisasi harga di pasar.

“Kita harus kompak dari hulu sampai hilir. Produksi di hulu kuat, pengelolaan di tengah berjalan, dan penyerapan di hilir maksimal,” ungkap Amran.

Proyeksi Neraca Pangan Nasional menunjukkan produksi beras Januari mencapai 1,79 juta ton. Angka ini diprediksi naik menjadi 2,98 juta ton pada Februari. Puncak panen raya diperkirakan terjadi pada Maret dan April dengan produksi mencapai 5 juta ton per bulan.

Konsistensi penyaluran beras SPHP bertujuan menekan harga beras medium di tingkat konsumen. Data Panel Harga Pangan Bapanas menunjukkan rerata harga beras medium nasional untuk Zona 1 masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp13.270 per kilogram.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendukung rencana mewujudkan beras SPHP dengan harga seragam di seluruh Indonesia. Konsep ini mirip dengan sistem penetapan harga bahan bakar minyak yang sama di berbagai wilayah.

“Kita ingin harga beras itu sama dengan yang lain. Satu harga seperti bensin. Apakah di Pulau Jawa, luar Jawa, harganya sama, sehingga perlu ada (biaya) transportasi yang ditanggung oleh pemerintah,” ungkap Zulkifli Hasan.

“Satu harga (beras SPHP). Nah ini kita akan usahakan di tahun 2026. Ini beras satu harga di manapun berada. Jangan sampai misalnya (masyarakat) Indonesia Timur membayar lebih mahal,” tambahnya.