Didampingi Hasto, Rocky Gerung Apresiasi Karya Risma: Mangrove Surabaya Melampaui Zaman

- Rocky Gerung bersama Tri Rismaharini, Hasto Kristiyanto, dan Armuji kunjungi Kebun Raya Mangrove Surabaya pada Sabtu (17/1/2026), lahan 31,5 hektar dengan 59 jenis mangrove yang dirintis Risma sejak 2018
- Risma jelaskan kawasan mangrove berfungsi sebagai natural seawall untuk lindungi Surabaya dari bencana laut dan tingkatkan kualitas sumber protein seperti ikan dan kerang
- Rocky apresiasi kepemimpinan Risma yang melampaui zaman dengan ide menyimpan karbon dan produksi oksigen, menilai ini wujud kepemimpinan berpihak pada budaya dan lingkungan
, Surabaya – Pengamat politik Rocky Gerung bersama Tri Rismaharini mengunjungi Kebun Raya Mangrove yang terletak di kawasan Gunung Anyar dan Medokan Indah, Surabaya, pada Sabtu (17/1/2026). Kunjungan ini sekaligus dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.
Kunjungan tersebut untuk meninjau hasil kebijakan yang dirintis Risma saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya pada 2018. Lahan seluas 31,5 hektar yang dulunya tandus kini telah berubah menjadi hamparan hijau dengan ratusan ribu tanaman bakau, lengkap dengan 59 jenis tanaman mangrove sebagai koleksi.
Risma menjelaskan bahwa kawasan ini berfungsi sebagai benteng alami atau natural seawall bagi Kota Surabaya. Keberadaan mangrove sangat penting untuk melindungi kota dari ancaman bencana yang datang dari laut.
“Ini adalah kawasan penyangga, sebagai tempat pertahanan Kota Surabaya. Jadi kita semua tahu bahwa semua bencana berasal dari laut dan dari luar, maka ini adalah pertahanannya, bentengnya Kota Surabaya atau Natural Sea Wall,” ujar Risma.
Mantan Menteri Sosial tersebut juga menjelaskan bahwa keberadaan Kebun Raya Mangrove sangat penting untuk menjaga keseimbangan hidup manusia. Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dari bencana, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber protein laut seperti ikan dan kerang.
“Harapannya, hasil laut seperti kerang menjadi lebih aman dikonsumsi dan tidak membahayakan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil dan anak-anak,” ujar Risma di hadapan Rocky dan Hasto.
Mantan Wali Kota Surabaya ini menambahkan bahwa banyak nelayan dari Pasuruan dan Probolinggo kini memilih mencari ikan di perairan Surabaya karena hasil tangkapannya dinilai lebih baik. Kawasan mangrove juga terbukti efektif dalam mengurangi dampak bencana angin kencang, terutama di wilayah Gunung Anyar yang dahulu kerap dilanda puting beliung.
“Perjuangannya panjang, hampir empat tahun, hingga akhirnya kawasan ini resmi menjadi Kebun Raya Mangrove,” ungkap Risma.
Sementara itu, Rocky Gerung memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Risma sebagai pejabat publik perempuan saat itu.
Menurutnya, dengan naluri keibuannya, Risma memberikan pembelajaran penting bahwa alam harus tetap dijaga dan dilestarikan.
“Jadi Ibu Risma, dengan satu langkah, satu ide bisa menghasilkan tempat kita menyimpan karbon, tempat kita memproduksi oksigen, dan itu melebihi dari apa yang pernah dibayangkan oleh pemerintah,” jelas Rocky.
Akademisi tersebut menilai bahwa praktik kepemimpinan Risma sebagai wali kota telah menjabarkan semangat untuk menghidupkan budaya. Hal ini dimulai dari nilai, intuisi seorang ibu, hingga metode yang tepat.
“Jadi melampaui zaman. Orang sekarang bicara tentang environmental ethics, dan saya ingat bahwa semua hal yang pernah kita bicarakan di sekolah sampai mendapat ijazah, kalau tidak dimulai dengan niat untuk menghidupkan budaya itu tidak ada gunanya,” pungkas Rocky.
Rocky juga menilai bahwa Kebun Raya Mangrove Surabaya merupakan wujud nyata kepemimpinan yang berpihak pada kebudayaan dan lingkungan.
“Janji bahwa ibu pertiwi tidak boleh dirusak dihidupkan kembali di sini. Kota disebut kota jika punya trotoar, taman, dan perpustakaan. Semua itu telah diwujudkan,” ujar Rocky.
Ia menyebut kepemimpinan Risma sebagai perpaduan nilai kerakyatan, metode birokrasi, dan ketulusan seorang ibu. Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil yang konsisten.
Dalam kesempatan yang sama, rombongan juga melakukan penanaman mangrove secara bersama-sama. Rocky menilai penanaman mangrove bukan sekadar aktivitas simbolik, melainkan tanggung jawab ekologis yang harus dirawat secara berkelanjutan.
“Apa yang sudah ditanam mesti dirawat karena kita bukan sekadar menanam pohon, kita membersihkan paru-paru bumi, membersihkan paru-paru Surabaya yang dikotori oleh keserakahan manusia,” kata Rocky.
Hasto Kristiyanto juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan lingkungan Kota Surabaya yang dirintis sejak kepemimpinan Tri Rismaharini. Ia menilai Surabaya layak menjadi ikon pembangunan lingkungan berbasis perencanaan kota yang beradab.
“Bu Risma menjadi ikon bagaimana perencanaan tata kota dapat mengubah peradaban. Indikasinya sederhana: trotoar yang manusiawi, taman kota, perpustakaan, dan ruang publik yang hidup. Ini mencerminkan politik yang dijalankan berdasarkan nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Kebun Raya Mangrove Surabaya merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya, Kementerian PUPR, BRIN, dan Yayasan Kebun Raya Indonesia yang dimulai pembangunannya pada 2019 dan diresmikan pada 26 Juli 2023.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: