Cuaca Cerah, Kapal Penyeberangan Jangkar–Madura Kembali Berlayar Hari Ini

- Pelayaran kapal dari Pelabuhan Jangkar ke kepulauan di Kabupaten Sumenep kembali dibuka setelah seminggu tertunda karena kondisi cuaca buruk.
- KMP Dharma Kartika dan KMP Munggiyango Hulalo diberangkatkan dengan membawa puluhan hingga ratusan penumpang termasuk balita.
- Rute lain seperti Jangkar–Lembar juga beroperasi kembali dan KMP Wicitra Dharma I telah tiba di dermaga setelah tertahan.
, Situbondo — Aktivitas pelayaran dari Pelabuhan Jangkar Situbondo menuju sejumlah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, kembali berjalan setelah sempat terhenti selama sepekan karena kondisi cuaca buruk yang melanda perairan tersebut.
Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur menyatakan, cuaca di jalur laut menuju Madura kini mulai lebih stabil sehingga kapal diizinkan beroperasi kembali dengan jadwal normal.
“Mulai hari ini aktivitas pelayaran di penyeberangan Pelabuhan Jangkar ke beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, karena cuaca sudah mulai membaik,” ujar Abdul Hamid, Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo BPTD Kelas II Jatim.
Salah satu kapal yang kembali berlayar adalah KMP Dharma Kartika, yang sebelumnya tertahan di dermaga sejak 10 Januari dan kini diberangkatkan menuju Pulau Raas dengan membawa ratusan penumpang.
Kapal KMP Munggiyango Hulalo juga mendapat izin untuk berangkat ke Pelabuhan Kalianget di Sumenep tak lama setelahnya, mengangkut puluhan penumpang termasuk balita.
Selain itu, KMP Trimas Laila dengan rute yang berbeda juga berlayar dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (NTB) membawa penumpang serta sejumlah truk logistik.
Tidak hanya itu, KMP Wicitra Dharma I, yang juga sempat tertahan di Pulau Sapudi karena gelombang dan angin kencang, telah tiba kembali di dermaga Pelabuhan Jangkar setelah diberi izin berlayar.
Pembukaan kembali rute pelayaran ini diharapkan segera mengurangi gangguan mobilitas warga dan logistik yang sebelumnya terdampak penghentian layanan akibat cuaca ekstrem.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: