Fantastis! BRI Gelontorkan KUR Hampir Rp180 Triliun, Sektor Pertanian Dominan

- BRI menyalurkan KUR Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur hingga Desember 2025, dengan 64,49% untuk sektor produksi
- Sektor pertanian mendominasi penyaluran KUR dengan nilai Rp80,09 triliun atau 44,97% dari total keseluruhan
- BRI catat laba bersih Rp45,44 triliun hingga November 2025, ditopang penyaluran kredit Rp1.306,53 triliun yang tumbuh 7,16% YoY
, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp178,08 triliun hingga akhir Desember 2025. Dana tersebut tersebar kepada 3,8 juta nasabah di seluruh Indonesia.
Pembiayaan KUR didominasi oleh sektor produksi yang mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, hingga jasa lainnya. Porsi penyaluran untuk sektor ini mencapai 64,49 persen dari total keseluruhan.
“Hingga Desember 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur,” ungkap manajemen BRI dalam keterangan resminya, Kamis (22/1/2026).
Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar dalam penyaluran KUR. Nilai pembiayaan yang dikucurkan mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97 persen dari total seluruh penyaluran KUR BRI.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa program KUR dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih produktif. Pembiayaan ini memberikan dampak nyata bagi penguatan sektor riil dan membuka lapangan kerja di berbagai wilayah.
“Kami juga terus memberikan pendampingan kepada dan pemberdayaan bagi pelaku usaha untuk bisa naik kelas,” kata Dhanny.
Menurut Dhanny, KUR BRI bukan sekadar instrumen pembiayaan semata. Program ini berperan sebagai katalis yang menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Langkah strategis BRI tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif. UMKM menjadi penopang utama dalam upaya tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan, BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp45,44 triliun hingga November 2025. Pencapaian ini didukung oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 2,50 persen secara tahunan menjadi Rp103,40 triliun.
Dari sisi intermediasi, bank pelat merah ini menyalurkan kredit senilai Rp1.306,53 triliun hingga November 2025. Angka tersebut naik 7,16 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp1.219,21 triliun.
Total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun BRI mencapai Rp1.459,98 triliun. Jumlah ini tumbuh 5,28 persen dibandingkan November 2024 yang sebesar Rp1.386,71 triliun.
Pertumbuhan dana pihak ketiga pada periode ini terutama ditopang oleh simpanan giro. Nilainya meningkat 16,13 persen secara tahunan menjadi Rp440,79 triliun hingga November 2025.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: