Netanyahu Blak-blakan: Palestina Tak Akan Pegang Gaza, Apapun Caranya

- PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Otoritas Palestina tidak akan terlibat mengelola Gaza pasca-perang dengan cara apa pun dalam pertemuannya dengan utusan AS Steve Witkoff
- Israel menuntut pelucutan senjata Hamas, demiliterisasi Gaza, dan pemenuhan tujuan perang sebelum pembangunan kembali, sambil menolak peran Hamas maupun Otoritas Palestina dalam pemerintahan Gaza
- Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) dibentuk untuk menangani urusan sehari-hari hingga Otoritas Palestina menyelesaikan reformasi, meski Israel keberatan dengan penggunaan simbol Otoritas Palestina dalam logo NCAG
, JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Otoritas Palestina yang bermarkas di Ramallah tidak akan terlibat dalam pemerintahan Gaza pasca-perang dengan cara apa pun.
Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuannya dengan utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.
“Perdana Menteri mengklarifikasi bahwa Otoritas Palestina tidak akan terlibat dalam mengelola Jalur Gaza dengan cara apa pun,” kata kantor Netanyahu dalam pernyataan setelah pertemuan berakhir, Selasa (3/2/2026) waktu setempat.
Di bawah rencana gencatan senjata Gaza usulan Presiden AS Donald Trump yang mengakhiri perang dua tahun di wilayah Palestina, peran Otoritas Palestina pasca-perang di Gaza masih belum jelas.
Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) yang bersifat teknokratis dibentuk untuk menangani urusan sehari-hari hingga Otoritas Palestina menyelesaikan program reformasi.
Witkoff mengadakan pembicaraan dengan Netanyahu pada Selasa, selama kunjungan yang dilakukan setelah pembukaan kembali perbatasan Rafah di Gaza dengan Mesir.
Pada pertemuan tersebut, Netanyahu juga mengulangi tuntutan tanpa kompromi untuk pelucutan senjata Hamas, demiliterisasi Jalur Gaza, dan pemenuhan tujuan perang sebelum pembangunan kembali Jalur Gaza.
Israel bersikeras bahwa baik Hamas maupun Otoritas Palestina tidak boleh terlibat dalam pemerintahan Gaza pasca-perang.
Pada hari Senin lalu, kantor Netanyahu menyesalkan bahwa logo NCAG memuat simbol Otoritas Palestina, yang menunjukkan adanya hubungan antara keduanya.
“Israel tidak akan menerima penggunaan simbol Otoritas Palestina; Otoritas Palestina tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan Gaza,” kata kantor Netanyahu.
NCAG menjawab dalam unggahan di media sosial X pada Selasa, dengan mengatakan bahwa mereka telah menguji berbagai konsep visual dan bahwa desain logo dapat berkembang.
NCAG menambahkan fokus mereka adalah bantuan kemanusiaan, pemerintahan sipil, pemulihan, dan masa depan yang layak huni bagi Gaza.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: