TODAY'S RECAP
Di Hadapan Buruh, Prabowo Janjikan KPR Tenor hingga 40 Tahun dan Bunga Kredit Rakyat Maksimal 5 PersenDi May Day, Prabowo Janjikan KPR Tenor 40 Tahun dan Kredit Bunga 5 Persen untuk BuruhKomisi X DPR Apresiasi Lonjakan Renovasi Sekolah di Era Prabowo, Tapi Ketimpangan Pendidikan Daerah 3T Masih Jadi Catatan SeriusJenderal IRGC Peringatkan Konflik Baru AS-Iran Hampir Pasti Terjadi Seiring Perundingan yang BuntuPemkab Sumenep Gelar Lomba Layang-Layang Tenongan 7 Mei di Kalianget, Hadiah hingga Tiket UmrohPrabowo Teken Perpres Perlindungan Ojol, Potongan Aplikator Dipangkas dari 20 Persen Menjadi 8 PersenKabar Duka dari Tanah Suci: Jemaah Haji RI yang Wafat Bertambah, Puluhan Masih Berjuang di RS SaudiDi Hadapan Buruh, Prabowo Janjikan KPR Tenor hingga 40 Tahun dan Bunga Kredit Rakyat Maksimal 5 PersenDi May Day, Prabowo Janjikan KPR Tenor 40 Tahun dan Kredit Bunga 5 Persen untuk BuruhKomisi X DPR Apresiasi Lonjakan Renovasi Sekolah di Era Prabowo, Tapi Ketimpangan Pendidikan Daerah 3T Masih Jadi Catatan SeriusJenderal IRGC Peringatkan Konflik Baru AS-Iran Hampir Pasti Terjadi Seiring Perundingan yang BuntuPemkab Sumenep Gelar Lomba Layang-Layang Tenongan 7 Mei di Kalianget, Hadiah hingga Tiket UmrohPrabowo Teken Perpres Perlindungan Ojol, Potongan Aplikator Dipangkas dari 20 Persen Menjadi 8 PersenKabar Duka dari Tanah Suci: Jemaah Haji RI yang Wafat Bertambah, Puluhan Masih Berjuang di RS SaudiDi Hadapan Buruh, Prabowo Janjikan KPR Tenor hingga 40 Tahun dan Bunga Kredit Rakyat Maksimal 5 PersenDi May Day, Prabowo Janjikan KPR Tenor 40 Tahun dan Kredit Bunga 5 Persen untuk BuruhKomisi X DPR Apresiasi Lonjakan Renovasi Sekolah di Era Prabowo, Tapi Ketimpangan Pendidikan Daerah 3T Masih Jadi Catatan SeriusJenderal IRGC Peringatkan Konflik Baru AS-Iran Hampir Pasti Terjadi Seiring Perundingan yang BuntuPemkab Sumenep Gelar Lomba Layang-Layang Tenongan 7 Mei di Kalianget, Hadiah hingga Tiket UmrohPrabowo Teken Perpres Perlindungan Ojol, Potongan Aplikator Dipangkas dari 20 Persen Menjadi 8 PersenKabar Duka dari Tanah Suci: Jemaah Haji RI yang Wafat Bertambah, Puluhan Masih Berjuang di RS SaudiDi Hadapan Buruh, Prabowo Janjikan KPR Tenor hingga 40 Tahun dan Bunga Kredit Rakyat Maksimal 5 PersenDi May Day, Prabowo Janjikan KPR Tenor 40 Tahun dan Kredit Bunga 5 Persen untuk BuruhKomisi X DPR Apresiasi Lonjakan Renovasi Sekolah di Era Prabowo, Tapi Ketimpangan Pendidikan Daerah 3T Masih Jadi Catatan SeriusJenderal IRGC Peringatkan Konflik Baru AS-Iran Hampir Pasti Terjadi Seiring Perundingan yang BuntuPemkab Sumenep Gelar Lomba Layang-Layang Tenongan 7 Mei di Kalianget, Hadiah hingga Tiket UmrohPrabowo Teken Perpres Perlindungan Ojol, Potongan Aplikator Dipangkas dari 20 Persen Menjadi 8 PersenKabar Duka dari Tanah Suci: Jemaah Haji RI yang Wafat Bertambah, Puluhan Masih Berjuang di RS Saudi

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

2 Mei 2026
TODAY'S RECAP
Di Hadapan Buruh, Prabowo Janjikan KPR Tenor hingga 40 Tahun dan Bunga Kredit Rakyat Maksimal 5 Persen Di May Day, Prabowo Janjikan KPR Tenor 40 Tahun dan Kredit Bunga 5 Persen untuk Buruh Komisi X DPR Apresiasi Lonjakan Renovasi Sekolah di Era Prabowo, Tapi Ketimpangan Pendidikan Daerah 3T Masih Jadi Catatan Serius Jenderal IRGC Peringatkan Konflik Baru AS-Iran Hampir Pasti Terjadi Seiring Perundingan yang Buntu Pemkab Sumenep Gelar Lomba Layang-Layang Tenongan 7 Mei di Kalianget, Hadiah hingga Tiket Umroh Prabowo Teken Perpres Perlindungan Ojol, Potongan Aplikator Dipangkas dari 20 Persen Menjadi 8 Persen Kabar Duka dari Tanah Suci: Jemaah Haji RI yang Wafat Bertambah, Puluhan Masih Berjuang di RS Saudi Prabowo Perintahkan Bank BUMN Kucurkan Kredit Rakyat Bunga Maksimal 5 Persen Di Hadapan Buruh, Prabowo Janjikan KPR Tenor hingga 40 Tahun dan Bunga Kredit Rakyat Maksimal 5 Persen Di May Day, Prabowo Janjikan KPR Tenor 40 Tahun dan Kredit Bunga 5 Persen untuk Buruh Komisi X DPR Apresiasi Lonjakan Renovasi Sekolah di Era Prabowo, Tapi Ketimpangan Pendidikan Daerah 3T Masih Jadi Catatan Serius Jenderal IRGC Peringatkan Konflik Baru AS-Iran Hampir Pasti Terjadi Seiring Perundingan yang Buntu Pemkab Sumenep Gelar Lomba Layang-Layang Tenongan 7 Mei di Kalianget, Hadiah hingga Tiket Umroh Prabowo Teken Perpres Perlindungan Ojol, Potongan Aplikator Dipangkas dari 20 Persen Menjadi 8 Persen Kabar Duka dari Tanah Suci: Jemaah Haji RI yang Wafat Bertambah, Puluhan Masih Berjuang di RS Saudi Prabowo Perintahkan Bank BUMN Kucurkan Kredit Rakyat Bunga Maksimal 5 Persen

Cari berita

Korban Dugaan Kekerasan Seksual oleh Oknum Lora di Pamekasan Jalani Visum, Tolak Segala Bentuk Damai

Poin Penting (3)
  • Mahasiswi berinisial SU (24), korban dugaan kekerasan seksual oleh oknum lora berinisial MMS di Pamekasan, telah menjalani visum et repertum di RS Bhayangkara Pamekasan pada Selasa (24/2/2026), sehari setelah melaporkan kasusnya ke Polres Pamekasan.
  • Korban menegaskan menolak segala bentuk perdamaian dengan terlapor, setelah beberapa kali kesempatan mediasi yang diberikan penyidik tidak direspons dengan serius oleh pihak terlapor.
  • Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Yoyok Hardianto memastikan kasus ditangani secara profesional, meski belum membuka rincian perkembangan penyelidikan lebih lanjut.

Resolusi.co, Pamekasan – Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama seorang oknum lora berinisial MMS di Pamekasan terus bergerak. Korban, mahasiswi berinisial SU (24) asal Malang, telah menjalani pemeriksaan visum et repertum di RS Bhayangkara Pamekasan pada Selasa (24/2/2026).

“Saya sudah visum di RS Bhayangkara Pamekasan,” kata SU

Laporan resmi sudah diajukan ke Polres Pamekasan pada Senin (23/2), didampingi kuasa hukumnya, Mansurrowi. Kini SU berharap proses hukum segera memasuki tahap gelar perkara dan naik ke penyidikan hingga penetapan tersangka.

“Saya mempercayai penyidik dan proses hukum yang berjalan,” tuturnya.

Satu hal yang ditegaskan SU dengan keras: tidak ada ruang untuk damai. Ia mengaku sebelumnya sudah berulang kali memberi kesempatan kepada terlapor untuk menyelesaikan perkara secara kekeluargaan. Kesempatan itu diabaikan begitu saja.

“Tidak ada damai dalam bentuk apapun saya tolak, karena kemarin saat penyidik memberi waktu kepada pelaku untuk mediasi mereka juga tidak menghargai itu,” ungkap SU.

Sikap korban yang bulat itu menjadi penanda penting dalam kasus ini. Di lingkungan pesantren, tekanan sosial untuk berdamai kerap kali lebih besar dari tekanan hukum itu sendiri, terutama ketika terlapor memiliki status keagamaan yang berpengaruh di komunitas setempat.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Yoyok Hardianto memastikan pihaknya akan menangani kasus ini secara profesional. Namun untuk saat ini, ia masih enggan memberikan keterangan lebih lanjut soal perkembangan penanganan perkaranya.