TODAY'S RECAP
Purbaya Pangkas Anggaran MBG Rp 67 Triliun, BGN Pastikan Operasional Dapur dan Penerima Manfaat Tak TergangguBukan Kabar Baik bagi Rupiah: Ekonom Sebut Kembali ke Rp 16.000 Masih Jauh dari KenyataanJemaah Haji Asal Brebes Kembali Wafat di Tanah Suci Menjelang Puncak HajiHampir Sebulan Pasca-Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Lima Korban Masih Dirawat di Empat Rumah SakitTrump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Final, Selat Hormuz Jadi KunciPurbaya Pangkas Anggaran MBG Rp 67 Triliun, BGN Pastikan Operasional Dapur dan Penerima Manfaat Tak TergangguBukan Kabar Baik bagi Rupiah: Ekonom Sebut Kembali ke Rp 16.000 Masih Jauh dari KenyataanJemaah Haji Asal Brebes Kembali Wafat di Tanah Suci Menjelang Puncak HajiHampir Sebulan Pasca-Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Lima Korban Masih Dirawat di Empat Rumah SakitTrump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Final, Selat Hormuz Jadi KunciPurbaya Pangkas Anggaran MBG Rp 67 Triliun, BGN Pastikan Operasional Dapur dan Penerima Manfaat Tak TergangguBukan Kabar Baik bagi Rupiah: Ekonom Sebut Kembali ke Rp 16.000 Masih Jauh dari KenyataanJemaah Haji Asal Brebes Kembali Wafat di Tanah Suci Menjelang Puncak HajiHampir Sebulan Pasca-Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Lima Korban Masih Dirawat di Empat Rumah SakitTrump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Final, Selat Hormuz Jadi KunciPurbaya Pangkas Anggaran MBG Rp 67 Triliun, BGN Pastikan Operasional Dapur dan Penerima Manfaat Tak TergangguBukan Kabar Baik bagi Rupiah: Ekonom Sebut Kembali ke Rp 16.000 Masih Jauh dari KenyataanJemaah Haji Asal Brebes Kembali Wafat di Tanah Suci Menjelang Puncak HajiHampir Sebulan Pasca-Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Lima Korban Masih Dirawat di Empat Rumah SakitTrump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Final, Selat Hormuz Jadi Kunci

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

25 Mei 2026
TODAY'S RECAP
Purbaya Pangkas Anggaran MBG Rp 67 Triliun, BGN Pastikan Operasional Dapur dan Penerima Manfaat Tak Terganggu Bukan Kabar Baik bagi Rupiah: Ekonom Sebut Kembali ke Rp 16.000 Masih Jauh dari Kenyataan Jemaah Haji Asal Brebes Kembali Wafat di Tanah Suci Menjelang Puncak Haji Hampir Sebulan Pasca-Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Lima Korban Masih Dirawat di Empat Rumah Sakit Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Final, Selat Hormuz Jadi Kunci Viral Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni, Pertamina Langsung Membantah Laga Penentu Nasib Madura United: Hadapi PSM dengan Rekor Head to Head yang Nyaris Sempurna Seimbang Prabowo Berkelakar soal Kesamaan Nama dengan Kapolri dan Panglima TNI di Acara Panen Udang Kebumen Purbaya Pangkas Anggaran MBG Rp 67 Triliun, BGN Pastikan Operasional Dapur dan Penerima Manfaat Tak Terganggu Bukan Kabar Baik bagi Rupiah: Ekonom Sebut Kembali ke Rp 16.000 Masih Jauh dari Kenyataan Jemaah Haji Asal Brebes Kembali Wafat di Tanah Suci Menjelang Puncak Haji Hampir Sebulan Pasca-Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Lima Korban Masih Dirawat di Empat Rumah Sakit Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Final, Selat Hormuz Jadi Kunci Viral Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni, Pertamina Langsung Membantah Laga Penentu Nasib Madura United: Hadapi PSM dengan Rekor Head to Head yang Nyaris Sempurna Seimbang Prabowo Berkelakar soal Kesamaan Nama dengan Kapolri dan Panglima TNI di Acara Panen Udang Kebumen

Cari berita

Insiden Tongkang Kandas di Perairan Giliyang, Puluhan Ton Minyak Mentah Diduga Tumpah ke Laut

Poin Penting (3)
  • Tongkang bermuatan minyak mentah crude palm oil kandas di perairan Pulau Giliyang, Sumenep, dan diperkirakan menyebabkan pencemaran perairan karena muatan minyak tumpah ke laut.
  • Warga setempat menyebut kapal mengalami kerusakan setelah terseret ombak dan menghantam karang dangkal di wilayah pesisir Desa Banraas.
  • Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima anak buah kapal secara selamat meski operasi berlangsung dalam kondisi cuaca kurang bersahabat.

Resolusi.co, Sumenep — Kapal tongkang bermuatan minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dilaporkan kandas di perairan sekitar Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Kamis (22/1/2026). Insiden itu diduga menyebabkan sebagian muatan minyak tumpah ke laut dan mencemari perairan pesisir.

Warga Desa Banraas, lokasi dekat kejadian, menyatakan bahwa cairan berwarna cokelat kekuningan terlihat mengambang di perairan dangkal hingga sampai ke garis pantai. Tampak pula perubahan warna air laut di beberapa titik.

Moh Yusuf, salah seorang warga setempat, mengonfirmasi kepada media bahwa ia mengetahui kejadian sejak pagi hari. Ia menjelaskan bahwa minyak yang tumpah menyebar dari posisi kapal yang kandas di atas karang.

“Cuaca memang sedang buruk, angin kencang dan ombak cukup tinggi. Kapal tongkangnya kandas,” ujar Yusuf terkait kondisi yang terjadi di lokasi kejadian.

Menurut informasi yang beredar di kalangan warga, kapal tersebut dikabarkan mengalami kerusakan setelah tali jangkar putus pada Rabu malam, sehingga terseret ombak dan menghantam karang dangkal. Beberapa laporan menyebutkan bahwa akibat benturan dan gelombang tinggi, kapal mengalami kebocoran pada lambungnya.

Selain pencemaran akibat muatan minyak, dampak dari kandasnya kapal tersebut juga menimbulkan kekhawatiran warga terhadap lingkungan laut dan mata pencaharian nelayan di sekitar wilayah Pulau Giliyang.

Evakuasi terhadap anak buah kapal (ABK) telah dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas Surabaya bersama instansi terkait. Kelima awak yang berada di kapal berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat dan dibawa ke daratan untuk pemeriksaan lanjutan.

Operasi penyelamatan dijalankan di tengah cuaca yang menantang, termasuk angin kencang dan gelombang sedang di perairan setempat. Keberhasilan evakuasi menunjukkan koordinasi antara berbagai pihak SAR dan aparat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang yang memberikan penjelasan lengkap tentang penyebab utama insiden maupun langkah-langkah penanganan lingkungan terhadap tumpahan minyak tersebut.