TODAY'S RECAP
Trump Klaim Bombardir Pulau Kharg, Iran Balas: Infrastruktur Minyak AS Jadi Abu!Kasasi Ditolak MA, Nikita Mirzani Tetap Divonis 6 Tahun Penjara Kasus TPPULebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRINWakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku KaburWFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI“Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih AmanTrump Klaim Bombardir Pulau Kharg, Iran Balas: Infrastruktur Minyak AS Jadi Abu!Kasasi Ditolak MA, Nikita Mirzani Tetap Divonis 6 Tahun Penjara Kasus TPPULebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRINWakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku KaburWFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI“Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih AmanTrump Klaim Bombardir Pulau Kharg, Iran Balas: Infrastruktur Minyak AS Jadi Abu!Kasasi Ditolak MA, Nikita Mirzani Tetap Divonis 6 Tahun Penjara Kasus TPPULebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRINWakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku KaburWFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI“Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih AmanTrump Klaim Bombardir Pulau Kharg, Iran Balas: Infrastruktur Minyak AS Jadi Abu!Kasasi Ditolak MA, Nikita Mirzani Tetap Divonis 6 Tahun Penjara Kasus TPPULebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRINWakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku KaburWFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI“Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih Aman

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

14 Maret 2026
TODAY'S RECAP
Trump Klaim Bombardir Pulau Kharg, Iran Balas: Infrastruktur Minyak AS Jadi Abu! Kasasi Ditolak MA, Nikita Mirzani Tetap Divonis 6 Tahun Penjara Kasus TPPU Lebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRIN Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku Kabur WFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI “Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih Aman Bupati Sumenep Teken MoU dengan PLN untuk Elektrifikasi Dua Pulau, Tingkat Elektrifikasi Kabupaten Baru 72,12 Persen Oknum Lora di Pamekasan Resmi Tersangka Kekerasan Seksual, Polisi: Kasus Ini Tidak Bisa Diselesaikan di Luar Pengadilan Trump Klaim Bombardir Pulau Kharg, Iran Balas: Infrastruktur Minyak AS Jadi Abu! Kasasi Ditolak MA, Nikita Mirzani Tetap Divonis 6 Tahun Penjara Kasus TPPU Lebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRIN Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku Kabur WFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI “Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih Aman Bupati Sumenep Teken MoU dengan PLN untuk Elektrifikasi Dua Pulau, Tingkat Elektrifikasi Kabupaten Baru 72,12 Persen Oknum Lora di Pamekasan Resmi Tersangka Kekerasan Seksual, Polisi: Kasus Ini Tidak Bisa Diselesaikan di Luar Pengadilan

Cari berita

Prabowo Minta Maaf Sering Gelar Rapat Akhir Pekan, Tegaskan Prioritas Bangun Jembatan di Pelosok

Poin Penting (3)
  • Prabowo minta maaf sering rapatkan menteri di akhir pekan karena fokus percepatan pembangunan jembatan di pelosok.
  • Ia bentuk Satgas Darurat Jembatan dan libatkan mahasiswa Teknik Sipil, TNI, dan Polri.
  • Targetnya, tak ada lagi siswa yang kesulitan akses sekolah dan pembangunan jembatan diselesaikan secepatnya.

Resolusi.co, Jakarta, Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya pada pemerataan pembangunan, terutama infrastruktur dasar bagi masyarakat pelosok. Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Jakarta, Jumat (28/11), Prabowo menyelipkan permintaan maaf kepada para menteri Kabinet Merah Putih karena sering memanggil mereka rapat pada akhir pekan.

“Saya juga minta maaf sering manggil Sabtu-Minggu. Kemarin saya berniat Tahun ’26 tidak lagi manggil Sabtu-Minggu, tapi dikirim video klip oleh anak-anak langsung ke saya. Jadi ya terpaksa ditunda lagi,” ujarnya, sambil menayangkan cuplikan murid-murid di sebuah daerah yang harus menyeberangi sungai demi menuju sekolah karena ketiadaan jembatan.

Video itu menjadi pengingat sekaligus pemicu sikap tegas Prabowo. Ia bahkan menyatakan mungkin baru bisa menghentikan rapat akhir pekan pada 2027—dengan syarat seluruh jembatan yang dibutuhkan rakyat di pelosok tanah air sudah berdiri kokoh.

“Mungkin Tahun ’27 enggak ada rapat Sabtu-Minggu, sampai jembatan-jembatan untuk rakyat kita selesai. Bagaimana, setuju?” kata Prabowo, disambut kata “setuju” dari jajaran kabinet yang hadir.

Di hadapan para pejabat dan pemangku kebijakan, Prabowo mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan. Satgas ini akan bekerja cepat untuk membangun jembatan-jembatan kecil di wilayah terpencil, terutama demi memastikan akses aman bagi siswa-siswi menuju sekolah.

Prabowo juga menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains untuk menurunkan mahasiswa Teknik Sipil ke desa-desa guna membantu proses perencanaan dan pembangunan fasilitas tersebut. Tak hanya itu, ia memerintahkan prajurit TNI dan Polri ikut terjun langsung dalam percepatan penyelesaian pembangunan jembatan.

“Saya minta ini diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” tegasnya.

Arahan itu menegaskan fokus utama Prabowo: tak ingin ada lagi anak Indonesia yang mempertaruhkan keselamatan hanya untuk bisa belajar. Pemerintah, katanya, harus hadir secepat mungkin—meski itu berarti para menteri tetap dipanggil menghadap walau akhir pekan.