Tiba di Madinah Langsung Dijemput Mobil Golf, Ini Fasilitas Gratis yang Menanti Jemaah Lansia

- Bandara Madinah menyiagakan mobil golf dan kursi roda gratis di Terminal Haji untuk jemaah lansia dan disabilitas, ditangani petugas PPIH tanpa pungutan biaya.
- Dari 203.320 jemaah haji reguler Indonesia, 80 persen masuk kategori risiko tinggi dan 33.000 orang berusia di atas 65 tahun.
- Layanan konsultasi fiqih khusus perempuan juga tersedia di Bandara Madinah, Jeddah, serta daerah kerja haji di Madinah dan Makkah, mengingat jemaah perempuan mencapai 56 persen dari total kuota.
, Madinah – Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah bersiap menyambut musim haji 1447 H dengan menyediakan sejumlah fasilitas khusus bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Mobil golf disiagakan langsung di Terminal Haji untuk mengangkut jemaah dari area kedatangan menuju Hajj Pavilion atau ruang tunggu. Semua layanan itu gratis.
Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi 2026, Abdul Basir, menyebut kursi roda juga tersedia bagi jemaah yang mengalami kesulitan berjalan. Operasionalnya ditangani langsung oleh petugas haji Daker Bandara yang berjaga di titik-titik kedatangan.
“Bagi jemaah yang memanfaatkan jasa dorong kursi roda dan golf car tidak ada biaya yang dibebankan kepada jemaah atau gratis,” ujar Abdul Basir.
Petugas dibagi ke empat pos utama terminal haji, area fast track, gate internasional, dan terminal zero. Konsentrasi terbesar ditempatkan di jalur fast track, sebab sekitar 90.000 jemaah Indonesia dijadwalkan turun melalui Mecca Route.
Data demografi jemaah tahun ini memberi gambaran betapa beratnya tantangan di lapangan. Dari 203.320 jemaah haji reguler, sekitar 80 persen masuk kategori risiko tinggi yang butuh pemantauan medis berkala. Sebanyak 33.000 di antaranya berusia di atas 65 tahun.
Angka itu bukan sekadar statistik. Ia mencerminkan pergeseran nyata profil jemaah Indonesia, dan menjadi alasan mengapa kesiapan fasilitas di pintu pertama kedatangan seperti bandara terasa lebih krusial dari sebelumnya.
Selain jemaah lansia, perhatian juga diarahkan ke jemaah perempuan yang tahun ini mendominasi komposisi keberangkatan, mencapai 56 persen dari total kuota nasional 221.000 orang. Petugas pembimbing ibadah perempuan disiagakan untuk melayani konsultasi fiqih, menjawab pertanyaan yang kerap muncul selama rangkaian ibadah haji.
“Untuk layanan ramah perempuan, cenderung untuk program bimbingan ibadah terkait fiqih perempuan. Jemaah haji kita banyak perempuan, mereka perlu konsultasi fiqih perempuan itu harusnya kepada petugas pembimbing ibadah perempuan,” kata Abdul Basir.
Layanan ini tidak hanya ada di Madinah. Bandara Jeddah serta sejumlah daerah kerja haji di Madinah dan Makkah menerapkan skema serupa. Seluruh fasilitas fisik di Bandara AMAA juga telah terintegrasi dengan sistem digital Kartu Nusuk untuk distribusi kebutuhan dasar jemaah, termasuk air mineral guna mencegah dehidrasi.
Jemaah yang membutuhkan bantuan diimbau tidak ragu menghubungi petugas resmi berseragam Kementerian Haji RI yang bertugas di lapangan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: