Bukan Sekadar Seremonial, Bupati Sumenep Terjun Langsung ke Sekolah Saat TKA SMP Berlangsung

- Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memantau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik SMP 2026 di sejumlah sekolah, termasuk SMP Al-Hidayah, pada Senin (6/4/2026), didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kabid Pembinaan SMP.
- Bupati menegaskan TKA bukan sekadar agenda formal, melainkan alat ukur kemampuan siswa yang harus dijalankan dengan integritas, serta menyerukan pentingnya kejujuran sebagai prinsip utama pelaksanaan ujian.
- TKA SMP 2026 di Sumenep diikuti sekitar 5.700 siswa dari 196 sekolah negeri dan swasta, dilaksanakan serentak mengacu pada standar operasional yang telah ditetapkan.
, SUMENEP – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, tidak memantau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik jenjang SMP dari belakang meja. Senin pagi (6/4/2026), ia langsung turun ke sekolah, salah satunya SMP Al-Hidayah, untuk memastikan ujian berjalan tertib dan sesuai prosedur.
Ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H. Moh. Iksan, serta Kepala Bidang Pembinaan SMP, Achmad Fajar. Di ruang ujian, Bupati sempat menyapa dan memberi semangat kepada para siswa agar tetap tenang dalam menghadapi soal.
“Kami ingin memastikan pelaksanaan tes berjalan lancar dan tertib. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan semuanya berjalan baik,” ujar Bupati Fauzi.
Bagi Fauzi, TKA bukan rutinitas tahunan yang bisa dibiarkan berlalu begitu saja. Ia menyebut ujian ini sebagai instrumen nyata untuk mengukur sejauh mana proses belajar mengajar memberi hasil.
“Tes ini bukan formalitas. Ini instrumen untuk mengukur kemampuan siswa. Kejujuran harus menjadi prinsip utama,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru dan panitia penyelenggara yang telah menyiapkan segala kebutuhan ujian, dari kesiapan ruang hingga pengawasan di lapangan.
“Saya mengapresiasi kerja keras tenaga pendidik dan panitia. Ini bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sumenep,” katanya.
Fauzi menambahkan bahwa pendidikan yang baik tidak bisa diukur semata dari nilai di atas kertas. Ada dimensi lain yang ia anggap sama pentingnya.
“Kita ingin mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan, menyebutkan bahwa TKA SMP tahun ini diikuti sekitar 5.700 siswa dari 196 sekolah, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
“Pelaksanaan ujian dilakukan serentak dengan mengacu pada standar operasional untuk menjamin kualitas dan kredibilitas hasil,” ujar Iksan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong perbaikan mutu pendidikan agar siswa Sumenep kelak mampu bersaing di level yang lebih luas.
“Komitmen kita jelas, untuk melahirkan generasi yang andal di masa depan. Itu kenapa pendidikan adalah nadi yang terus kita perjuangkan,” tambahnya.
Kehadiran langsung seorang kepala daerah di ruang ujian tentu membawa pesan tersendiri. Bukan soal protokoler, tapi soal perhatian nyata terhadap sesuatu yang seringkali dianggap cukup diurus dari jauh.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: