IAIN Madura Resmi Jadi UIN, Menag: Harus Lahirkan Perspektif Baru tentang Madura

- Menteri Agama Nasaruddin meresmikan alih status IAIN Madura menjadi UIN Madura pada Sabtu (29/11/2025) malam.
- UIN Madura diharapkan menjadi rujukan budaya lokal dan melahirkan perspektif baru tentang Madura.
- Proses alih status berlangsung tiga tahun sejak 2022 dan mendapat persetujuan melalui Perpres yang ditandatangani 8 Mei 2025.
, PAMEKASAN – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin meresmikan alih status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura pada Sabtu (29/11/2025) malam. Peresmian berlangsung di kampus yang terletak di Pamekasan tersebut.
Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Agama juga meresmikan Gedung Rektorat UIN Madura dan Gedung Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Peresmian ini menandai babak baru bagi pendidikan tinggi Islam di Pulau Madura.
Nasaruddin memberikan apresiasi tinggi atas proses pengajuan alih status yang dinilai berjalan cepat dan efektif dibandingkan kampus lain.
“Secara pribadi saya memberikan apresiasi kepada UIN Madura, karena cara pengurusannya tidak sama dengan UIN lain yang sampai bertahun-tahun melakukan permohonan alih status,” jelasnya.
Menteri Agama berharap UIN Madura mampu menjaga, menguatkan, dan mengembangkan tradisi serta budaya lokal. Menurutnya, kampus ini harus menjadi rujukan bagi siapa pun yang ingin mempelajari kebudayaan Madura secara mendalam.
Pejabat yang menjabat sebagai Menteri Agama ke-25 itu menambahkan bahwa hadirnya UIN Madura harus melahirkan perspektif baru tentang Madura. Selama ini, kata dia, Madura kerap dikenal dari sisi popularitas yang dibawakan pelawak.
“Kali ini harus membuat lembaran baru bahwa Madura bukan hanya satu wajah positif, tetapi memiliki lembaran-lembaran berlapis tentang nilai positif yang harus lebih dikenalkan lagi,” tambahnya.
Rektor UIN Madura, Syaiful Hadi, memaparkan bahwa proses pengajuan alih status berlangsung sekitar tiga tahun. Proses tersebut dimulai pada 2022 dan resmi mendapatkan persetujuan pada 2025 melalui Peraturan Presiden yang ditandatangani pada 8 Mei 2025.
Syaiful menegaskan komitmen UIN Madura untuk menjadi perguruan tinggi Islam yang tidak hanya berorientasi pada nilai spiritual, tetapi juga mengusung budaya dan pelayanan yang bersifat universal kepada masyarakat luas.
“UIN Madura akan terus berupaya melahirkan program studi berbasis disiplin lain, sesuai dengan SK Peraturan Presiden tersebut,” pungkasnya.
Dengan alih status ini, UIN Madura diharapkan dapat membuka lebih banyak program studi lintas disiplin ilmu dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam di wilayah Madura serta sekitarnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: