Harga Cabai Rawit Merah Melonjak Jelang Nataru, Tembus Rp150 Ribu per Kg

- Harga cabai rawit merah melonjak jelang Nataru, dengan rata-rata nasional Rp73.633/kg dan di sejumlah daerah menembus Rp100 ribu hingga Rp150 ribu/kg, setara bahkan melebihi harga daging sapi.
- Lonjakan terjadi di banyak wilayah, termasuk DKI Jakarta, Bangka Belitung, Papua Selatan, dan Papua Tengah, sementara harga daging sapi nasional rata-rata masih di kisaran Rp135.473/kg.
- Penyebab utama kenaikan harga adalah panen yang tidak maksimal akibat hujan ekstrem, meski pemerintah memastikan stok cabai secara nasional masih mencukupi berdasarkan laporan asosiasi petani.
, Jakarta – Harga cabai rawit merah terus merangkak naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di sejumlah daerah, komoditas pedas tersebut bahkan telah menembus harga di atas Rp100 ribu per kilogram (kg), mendekati hingga setara dengan harga daging sapi.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional per Sabtu (13/12/2025), rata-rata nasional harga cabai rawit merah tercatat Rp73.633/kg. Angka tersebut melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah di kisaran Rp40.000–Rp57.000/kg.
Di sejumlah wilayah, harga cabai rawit merah tercatat cukup tinggi. Jawa Timur berada di level Rp71.562/kg, Jawa Tengah Rp75.311/kg, DI Yogyakarta Rp79.389/kg, Kalimantan Utara Rp85.870/kg, Banten Rp88.882/kg, DKI Jakarta Rp93.000/kg, dan Sumatera Utara Rp64.367/kg.
Lonjakan harga lebih ekstrem terjadi di beberapa daerah lain. Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung mencatat harga Rp110.968/kg, Papua Selatan Rp115.000/kg, Papua Barat mencapai Rp145.000/kg, sementara Papua Tengah menjadi yang tertinggi dengan Rp150.000/kg.
Harga tersebut bahkan melampaui harga rata-rata daging sapi nasional yang berada di kisaran Rp135.473/kg, meski masih sedikit di bawah HAP daging sapi sebesar Rp140.000/kg.
Sementara itu, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia mencatat harga rata-rata cabai rawit merah naik Rp7.650/kg menjadi Rp80.350/kg. Di DKI Jakarta, harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional telah menembus Rp100 ribu/kg, seperti Pasar Kramatjati Rp116.900/kg, Pasar Minggu Rp102.500/kg, dan Pasar Jatinegara Rp97.500/kg.
Terkait kenaikan harga tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui adanya gangguan pada sisi produksi. Menurutnya, panen cabai tidak berjalan optimal akibat curah hujan ekstrem yang terus berlangsung.
“Stok sebenarnya cukup, berdasarkan laporan asosiasi petani cabai. Namun proses panennya tidak bisa maksimal karena hujan terus,” ujar Budi Santoso di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) juga menunjukkan seluruh jenis cabai mengalami kenaikan harga dan berada di atas HAP. Cabai merah keriting tercatat Rp60.500/kg, cabai rawit merah Rp73.900/kg, dan cabai merah besar Rp58.500/kg.
Pemerintah pun diminta memperkuat pengendalian pasokan dan distribusi guna menahan laju kenaikan harga pangan strategis jelang puncak konsumsi Nataru.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: