Dibully Usai Klaim Aset Bangsa, Kamelia Ungkap Prestasi Emas Ammar Zoni yang Terlupakan

- Ammar Zoni dibully publik setelah menyebut diri aset bangsa dalam surat permohonan ke Presiden Prabowo, kekasihnya dokter Kamelia membela dengan mengingatkan prestasi medali emas silat di ajang internasional 2016
- Aktor 32 tahun itu pernah mengharumkan Indonesia dengan meraih emas dan perunggu di Festival Silat Internasional Padang setelah mengalahkan pesilat dari Korea Selatan, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Timor Leste
- Ammar berharap prestasi masa lalunya jadi pertimbangan presiden beri amnesti atau abolisi, meski kini menghadapi dakwaan sebagai bandar narkoba di Rutan Salemba bersama lima terdakwa lain
, Jakarta – Ammar Zoni menuai hujatan di media sosial setelah menyebut dirinya sebagai aset bangsa. Pernyataan kontroversial itu dilontarkan usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 9 Februari lalu.
Kekasihnya, dokter Kamelia, turun tangan meluruskan pernyataan tersebut. Ia menegaskan maksud Ammar bukan sombong, melainkan merujuk pada kontribusinya sebagai pekerja seni.
“Kemarin sempat dibully juga ya Bang Ammar bilang ‘aset bangsa’. Maksudnya Bang Ammar tuh bukan aset bangsa dalam arti sombong,” kata Kamelia membela sang kekasih.
Pernyataan Ammar muncul saat ia menulis surat permohonan perlindungan hukum kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam surat itu, aktor berusia 32 tahun ini meminta amnesti, abolisi, atau grasi atas kasus yang menjeratnya.
“Biar bagaimanapun saya kan warisan, aset bangsa,” ujar Ammar di hadapan wartawan.
Ammar merasa diperlakukan tidak adil dalam kasus dugaan peredaran narkoba di Rutan Salemba. Ia menekankan, meski terjerat masalah hukum, ia pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Kamelia mengingatkan publik bahwa Ammar pernah meraih prestasi gemilang di dunia pencak silat. Pada Festival Silat Internasional 2016 di Padang, Sumatera Barat, aktor itu membawa pulang medali emas dan perunggu.
Ammar mengalahkan pesilat dari Korea Selatan, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Timor Leste. Kala itu, ia mewakili Perguruan Silat Garuda Putih wilayah DKI Jakarta.
“Alhamdulillah semua usaha keras aku dan teman-teman berhasil meraih prestasi di acara ini,” ungkap Ammar saat itu.
Perjalanan Ammar di dunia silat dimulai saat masih kecil. Setelah ibunya meninggal ketika ia kelas 6 SD, ayahnya mengirimnya ke Muara Labuh, Solok Selatan.
Di sana, Ammar menekuni silat luncua selama lebih dari setahun. Ia kemudian bergabung dengan Perguruan Pencak Silat Garuda Putih dan meraih juara kedua di Pekan Olahraga Daerah.
Namun prestasi itu kini tenggelam di balik deretan kasus narkoba yang membelitnya. Ammar kini menghadapi dakwaan sebagai bandar narkoba di dalam rutan.
Dalam klarifikasi kemudian, Ammar menarik ucapannya. Ia menjelaskan maksudnya sebagai pekerja seni yang pernah mengharumkan Indonesia, bukan sebagai sosok yang sombong.
“Tapi maksud saya adalah sebagai pekerja seni. Saya pekerja seni dan saya juga sudah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia,” papar ayah dua anak ini.
Meski berulang kali tersandung masalah hukum, Ammar berharap prestasinya di masa lalu bisa menjadi pertimbangan Presiden Prabowo untuk memberinya kesempatan kedua.
“Walaupun memang saya menjelekkan dengan kelakuan saya memakai menyalahgunakan narkoba gitu,” kata Ammar.
“Tapi setidaknya saya pernah juga membanggakan nama Indonesia di kancah internasional.”
Ammar didakwa bersama lima terdakwa lainnya dalam kasus peredaran narkoba. Jaksa menduga ia terlibat sebagai pemasok dan pengedar sabu serta ganja di lingkungan Rutan Salemba.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: