TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Dinas Kesehatan Grobogan Catat 658 Siswa dan Santri Diduga keracunan MBG

Poin Penting (3)
  • 658 korban terdampak keracunan MBG di Gubug Grobogan: Tersebar di SD, SMP, SMK, PAUD hingga ponpes, konsumsi nasi kuning, telur, abon dan tempe orek Jumat (9/1), gejala muncul sore hingga Sabtu pagi.
  • 79 orang masih dirawat di RS dan puskesmas: Dinkes kerahkan tim medis untuk penanganan cepat, mayoritas rawat jalan, sisanya dirujuk ke RS Ki Ageng Getas Pendowo dan RS Soedjati.
  • Sampel makanan diperiksa lab, SPPG Kuwaron disetop: Pemkab Grobogan minta BGN tak izinkan operasional sebelum penuhi standar, polisi pasang garis di dapur SPPG untuk investigasi.

Resolusi.co, GUBUG – Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mencatat 658 orang terdampak dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis yang terjadi sejak Jumat (9/1) hingga Sabtu (10/1) di sejumlah sekolah dan satuan pendidikan di Kecamatan Gubug. Korban tersebar di berbagai lokasi dari tingkat PAUD hingga pondok pesantren.

Kepala Dinkes Kabupaten Grobogan Djatmiko mengatakan korban tersebar di berbagai lokasi mulai dari SMP, SMK, dan SD negeri di wilayah Ngroto, hingga PAUD Ngroto, SD Glapan, SD Trisari, serta SD Penadaran. Sebagian besar korban sudah ditangani baik melalui rawat jalan maupun perawatan lanjutan.

“Total korban sementara ada 658 orang, dengan lokasi terdampak meliputi Desa Ngroto, Penadaran, Glapan, Trisari. Dari jumlah tersebut sebagian besar sudah ditangani, baik melalui rawat jalan maupun perawatan lanjutan,” ucapnya, Minggu (11/1/2026).

Ratusan korban merupakan siswa SD hingga santri pondok pesantren di Kecamatan Gubug yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Jumat. Makanan tersebut diketahui disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kuwaron.

Dugaan sementara, keluhan tersebut muncul setelah korban mengonsumsi makanan MBG pada Jumat siang berupa nasi kuning dengan lauk telur, abon, dan tempe orek. Gejala mulai dirasakan sejak Jumat sore hingga Sabtu pagi dengan keluhan mual, muntah, dan pusing.

Sejak Sabtu pagi, tim Dinkes bersama puskesmas setempat turun ke lapangan untuk melakukan pengobatan, pendataan, serta pemilahan pasien. Pasien yang cukup menjalani rawat jalan ditangani di lokasi, sementara yang memerlukan rujukan dikirim ke rumah sakit.

“Kami melibatkan beberapa puskesmas terdekat agar penanganan lebih cepat. Pasien yang tidak memerlukan rawat inap ditangani di lokasi, sementara yang membutuhkan perawatan lanjutan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Hingga Minggu (11/1) pagi tercatat 79 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Rinciannya 11 orang dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, 39 orang dirawat di RS Ki Ageng Getas Pendowo Gubug, 11 orang di RS Soedjati, sembilan orang di UPTD Puskesmas Penawangan 1, tujuh orang di Puskesmas Kedungjati, serta dua orang di tempat lainnya.

Selain penanganan medis, Dinkes Grobogan juga melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan serta pengambilan sampel makanan. Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium kesehatan pada Senin (12/1) untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Anang Armunanto menyatakan seluruh perangkat daerah telah dikerahkan untuk memastikan peserta didik yang terdampak mendapatkan perawatan kesehatan secara maksimal. Puskesmas dan tenaga kesehatan sudah disiagakan untuk memberikan pertolongan cepat.

“Kami pastikan seluruh siswa dan santri terdampak memperoleh pertolongan cepat serta tertangani secara medis dengan baik. Puskesmas dan tenaga kesehatan sudah kami siagakan,” tegas Anang.

Pemkab Grobogan juga menegaskan komitmennya dalam mencegah kejadian serupa terulang. Pelaksanaan program MBG harus memenuhi seluruh standar yang telah ditetapkan, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap semua SPPG yang beroperasi di wilayah Grobogan.

“Terkait SPPG, di luar kewenangan Badan Gizi Nasional yang telah memberhentikan operasional, kami juga memberikan perhatian keras kepada pengelola agar memenuhi seluruh standar SPPG. Bahkan kami meminta BGN untuk tidak mengizinkan kembali operasional jika standar tersebut belum dipenuhi,” jelasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di salah satu dapur SPPG yang berada di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, sebagai bagian dari proses penyelidikan. Pemkab Grobogan masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.