Sentimen Positif! Bank Dunia Upgrade Proyeksi Ekonomi RI, Target 5,2% di 2027

- Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5% untuk 2025-2026 dan 5,2% untuk 2027, naik 0,2-0,3 persen poin dari proyeksi Juni 2025
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi bertahan di level 5% berkat stimulus fiskal dan peningkatan investasi yang didorong pemerintah
- Realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3% dari target, dengan penanaman modal dalam negeri tumbuh 27% YoY
, Jakarta —
Lembaga keuangan multilateral Bank Dunia telah menaikkan estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk periode 2025 hingga 2027. Revisi naik ini berkisar antara 0,2 hingga 0,3 persen poin dibandingkan proyeksi sebelumnya yang dirilis pada pertengahan tahun lalu.
Berdasarkan laporan terbaru, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 mencapai 5 persen, naik dari estimasi Juni 2025 yang sebesar 4,7 persen. Untuk tahun 2026, proyeksi juga berada di angka 5 persen, meningkat dari perkiraan sebelumnya di level 4,8 persen. Sementara itu, proyeksi tahun 2027 dipatok di angka 5,2 persen, lebih tinggi dari proyeksi Juni 2025 yang sebesar 5 persen.
Angka proyeksi Bank Dunia ini berbeda dengan target pemerintah maupun estimasi Bank Indonesia. Dalam APBN 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen. Sementara itu, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan tahun 2026 berada di level 5,3 persen.
Meskipun Bank Dunia memprediksi aktivitas ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik akan mengalami perlambatan pada 2026, Indonesia diperkirakan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan di angka 5 persen.
“Pertumbuhan Indonesia diekspektasikan terjaga di level +5%, didukung oleh stimulus fiskal dan peningkatan investasi yang didorong oleh pemerintah,” tulis Bank Dunia dalam laporannya.
Investasi swasta di kawasan Asia Timur dan Pasifik diprediksi akan lemah sepanjang 2025, kecuali di Indonesia dan Malaysia yang didorong oleh inisiatif pemerintah serta aktivitas penanaman modal.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, turut optimis bahwa penanaman modal asing maupun domestik akan terus bertumbuh pada 2026. Menurutnya, investor dapat melakukan kerja sama strategis dengan Danantara.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi mengumumkan bahwa realisasi investasi pada kuartal keempat 2025 mencapai Rp496,9 triliun, tumbuh 9,7 persen secara tahunan dan naik 1,1 persen secara kuartalan. Total realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, melampaui target pemerintah sebesar Rp1.905,6 triliun atau setara dengan 101,3 persen dari target.
Peningkatan investasi sepanjang 2025 lebih didorong oleh penanaman modal dalam negeri yang tumbuh 27 persen, sementara penanaman modal asing cenderung stagnan. Pemerintah telah menetapkan target investasi untuk 2026 sebesar Rp2.175 triliun, naik sekitar 13 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: