Nadiem Makarim Tegaskan Tidak Pernah Memerintahkan Pembelian Chromebook

- Nadiem bantah pernah ucapkan "go ahead with Chromebook" dan tegas tidak pernah perintahkan pembelian laptop apapun dalam proses pengadaan
- Nadiem tekankan perbedaan perintah dan persetujuan, kata "go ahead" berarti mempersilakan rekomendasi, bukan instruksi membeli
- Jaksa ungkap rapat 6 Mei 2020 bersifat tertutup via Zoom, peserta wajib pakai headset dan video mati kecuali Ibam yang presentasi keunggulan Chromebook
, Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim membantah keras telah menyetujui pengadaan laptop Chromebook dalam pernyataan eksplisit. Klarifikasi ini disampaikan saat menanggapi kesaksian mantan Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat.
Dalam persidangan yang berlangsung Senin (19/1/2026), Nadiem mempertanyakan interpretasi Hamid terhadap frasa yang diduga diucapkannya. Ia menekankan bahwa ungkapan tersebut tidak secara spesifik merujuk pada satu jenis perangkat saja.
“Waktu saya tanya bilang ‘go ahead’ yang dimaksudkan saya itu ‘go ahead’ hanya dengan chrome atau ‘go ahead’ dengan chrome, sebagian besar chrome tapi juga ada laptop windowsnya?” tanya Nadiem.
Hamid mengungkapkan bahwa dirinya menganggap pernyataan go ahead dari Nadiem berkaitan dengan Google karena sebagian besar porsi pengadaan TIK direkomendasikan menggunakan Chrome OS. Namun Nadiem dengan tegas menolak penafsiran tersebut.
Mantan bos Gojek itu secara eksplisit menyangkal pernah mengucapkan instruksi untuk membeli Chromebook atau produk laptop lainnya. Ia menegaskan tidak pernah memberikan perintah pembelian dalam bentuk apapun selama proses pengadaan perangkat.
“Saya tidak pernah dalam proses ini tadi ada perkataan mengenai menyuruh membeli laptop atau apa, saya tidak pernah menyuruh itu dan tidak pernah melakukan perintah apapun dalam pembelian laptop,” tutur Nadiem.
Nadiem kemudian meluruskan perbedaan mendasar antara pemberian perintah dengan persetujuan. Menurutnya, frasa “go ahead” memiliki makna mempersilakan, bukan memerintahkan.
“Satu hal adalah yang ingin saya tekankan sekali lagi adalah go ahead itu artinya silakan, presentasi itu menghendaki suatu rekomendasi dan rekomendasi itu yang saya mau bilang silakan, laksanakan. Perbedaan antara suatu perintah dan suatu persetujuan itu sangat penting,” pungkasnya.
Sebelumnya, jaksa penuntut umum mengungkap bahwa pernyataan Nadiem terkait “go ahead with Chromebook” terjadi saat rapat untuk asesmen dan pembelajaran tim Paudasmen hingga tim Wartek menggunakan sistem operasi Chrome pada 5 Mei 2020.
Pada hari berikutnya, 6 Mei 2020, Nadiem mengundang para terdakwa Fiona Handayani, Anindito Aditomo alias Nino, Hamid Muhammad, dan Totok Suprayitno untuk menghadiri rapat via Zoom. Rapat tersebut dinilai jaksa tidak lazim karena bersifat tertutup dan rahasia.
Dalam rapat itu, peserta diminta menggunakan headset atau berada di ruangan tertutup yang tidak dapat didengar orang lain. Bahkan peserta rapat tidak diberikan kesempatan menyampaikan pendapat dengan posisi video dalam keadaan mati, kecuali Ibrahim Arief alias Ibam.
Ibam menyampaikan presentasi keunggulan Chromebook dengan sistem operasi Chrome termasuk Chrome Device Management atau Chrome Education Upgrade yang diklaim lebih unggul dari sistem operasi Windows dalam Single Digital Platform.
Jaksa menyatakan setelah presentasi tersebut, Nadiem mengucapkan pernyataan kontroversial tersebut. Padahal menurut jaksa, pemilihan Chromebook dengan sistem operasi Chrome untuk Program Digitalisasi Pendidikan tidak berdasarkan identifikasi kebutuhan.
Chrome Device Management atau Chrome Education Upgrade dinilai tidak diperlukan dan tidak bermanfaat bagi kebutuhan pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. Sistem ini bahkan pernah gagal saat diujicobakan pada 2018.
Kasus pengadaan laptop Chromebook ini menyeret Nadiem dan sejumlah pejabat Kemendikbud dalam dugaan korupsi yang merugikan negara. Persidangan akan terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran proses pengadaan yang dinilai bermasalah tersebut.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: