Harga Emas dan Perak Terus Menguat Dipicu Ketegangan AS-Eropa Soal Greenland

- Harga perak dan emas melonjak akibat ketegangan AS-Eropa terkait rencana Trump mengakuisisi Greenland, dengan perak mencapai US$94,7295 per ons
- Trump ancam tarif 10-25 persen terhadap 8 negara Eropa termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris yang menolak akuisisi Greenland
- Eropa siapkan serangan balik dengan tarif senilai €93 miliar dan pertimbangkan aktivasi instrumen anti-koersi sebagai respons ancaman AS
, JAKARTA – Nilai perdagangan emas dan perak di pasar global kembali mencatatkan kenaikan pada Selasa (20/1/2026). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terkait rencana akuisisi Greenland oleh Presiden Donald Trump.
Data Bloomberg menunjukkan harga perak spot melonjak hingga menyentuh level US$94,7295 per ons pada awal perdagangan hari ini. Angka tersebut melampaui puncak yang dicapai pada hari sebelumnya, Senin (19/1/2026). Sementara itu, emas bertahan stabil di sekitar US$4.669 per ounce.
Berdasarkan catatan Reuters pukul 06.38 WIB, harga emas di pasar spot tercatat US$4.665,51 atau melemah tipis 0,09 persen. Adapun emas Comex justru mengalami penguatan sebesar 1,70 persen ke level US$4.666,20.
Ketegangan mulai memuncak setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor terhadap delapan negara Eropa. Negara-negara tersebut antara lain Prancis, Jerman, dan Inggris yang menolak rencana AS mengakuisisi Greenland, wilayah otonomi Denmark.
Kebijakan tarif akan diberlakukan secara bertahap mulai 1 Februari 2026 dengan besaran 10 persen. Tarif tersebut akan terus meningkat hingga mencapai 25 persen pada Juni 2026. Ancaman ini memicu kekhawatiran pasar akan terjadinya perang dagang yang dapat merusak hubungan ekonomi transatlantik.
Merespons ancaman AS, para pemimpin Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat dalam beberapa hari ke depan. Tujuannya untuk membahas berbagai opsi tindakan balasan yang dapat diambil.
Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pengenaan tarif balasan terhadap produk-produk AS senilai €93 miliar atau setara US$108 miliar. Informasi ini disampaikan oleh sejumlah sumber yang mengetahui detail pembicaraan tersebut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron diperkirakan akan mengusulkan pengaktifan instrumen anti-koersi Uni Eropa. Instrumen ini merupakan alat pembalasan paling kuat yang dimiliki blok Eropa untuk merespons tindakan perdagangan yang bersifat memaksa dari negara lain.
“Risiko geopolitik terus meningkat. Ketidakpastian perdagangan yang baru melemahkan prospek pertumbuhan dan kebijakan luar negeri AS mengikis kepercayaan terhadap dolar AS,” kata Kyle Rodda, analis di Capital.com yang berbasis di Melbourne.
“Ini adalah kombinasi sempurna untuk emas dan perak,” tambahnya.
Situasi geopolitik yang tidak menentu mendorong investor berbondong-bondong mencari aset safe haven. Logam mulia seperti emas dan perak menjadi pilihan utama di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: