TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

YouTube Raup Pendapatan US$60 Miliar di 2025, Kalahkan Netflix

Poin Penting (3)
  • YouTube membukukan pendapatan US$60 miliar di 2025 dari iklan dan langganan, melampaui Netflix yang raup US$45,18 miliar
  • Alphabet raih pendapatan kuartal IV sebesar US$113,8 miliar dan rencanakan belanja modal hampir dua kali lipat tahun ini untuk investasi AI
  • YouTube Shorts ditonton 200 miliar kali per hari, dengan lebih dari 1 juta saluran menggunakan alat AI setiap hari per Desember 2025

Resolusi.co, Jakarta – YouTube mencatat rekor pendapatan di tahun 2025. Total pemasukan platform video milik Google ini menembus US$60 miliar, gabungan dari iklan dan langganan.

Angka tersebut jauh melampaui Netflix yang melaporkan pendapatan US$45,18 miliar sepanjang 2025. Bahkan Disney, raksasa hiburan dunia, baru mencatat pendapatan US$95,7 miliar untuk periode yang sama.

Ini pertama kalinya Alphabet, perusahaan induk YouTube, merilis angka pendapatan platform tersebut secara mendetail.

Sundar Pichai, CEO Alphabet, menyebut perusahaannya kini punya lebih dari 325 juta pelanggan berbayar di berbagai layanan. Termasuk YouTube Premium, YouTube TV, dan Google One.

Untuk iklan, YouTube mencatatkan penjualan terbesar sepanjang masa di kuartal IV 2025. Pendapatan iklan mencapai US$11,38 miliar, naik 8,7 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Meski begitu, performa ini masih di bawah proyeksi analis di Wall Street yang memperkirakan angka US$11,84 miliar. Salah satu faktornya adalah turunnya belanja iklan politik di kuartal terakhir dibanding tahun 2024.

Pichai mengklaim NFL mencatat jumlah pelanggan tertinggi untuk paket Sunday Ticket yang dijual lewat YouTube pada musim teranyar. Pemirsa juga menonton lebih dari 700 juta jam podcast di YouTube TV sepanjang Oktober 2025, melonjak 70 persen dari tahun sebelumnya.

Alphabet secara keseluruhan membukukan pendapatan US$113,8 miliar di kuartal IV, naik 18 persen. Laba bersih mencapai US$34,5 miliar atau naik 30 persen, dengan pendapatan per saham US$2,82.

Performa ini mengalahkan ekspektasi analis yang memprediksi pendapatan sebesar US$111,43 miliar dan laba per saham US$2,63.

Investasi besar di infrastruktur kecerdasan buatan disebut jadi kunci pertumbuhan pendapatan Alphabet di semua lini bisnis. Perusahaan memperkirakan belanja modal tahun 2026 mencapai US$175 miliar hingga US$185 miliar, hampir dua kali lipat dari pengeluaran tahun lalu yang US$91,4 miliar.

CEO YouTube Neal Mohan dalam suratnya ke komunitas kreator tahun 2026 menyebut lebih dari 1 juta saluran menggunakan alat AI YouTube setiap hari pada Desember 2025.

Di sisi lain, YouTube tengah berupaya mengurangi konten berkualitas rendah hasil AI yang berulang dan tak bermutu.

YouTube Shorts, format video pendek ala TikTok, kini rata-rata ditonton 200 miliar kali setiap hari. Tahun ini platform akan mengintegrasikan unggahan gambar langsung ke feed Shorts.

YouTube TV juga akan meluncurkan fitur multiview yang bisa disesuaikan pengguna. Fitur ini memungkinkan penonton menonton beberapa saluran langsung dalam satu layar.

Setidaknya ada 10 paket YouTube TV berbiaya rendah yang spesifik genre akan diluncurkan, mencakup olahraga, hiburan, dan berita.