TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

6 April 2026

Cari berita

Purbaya: MBG Bagian dari Strategi Pemerataan Ekonomi Pemerintah

Poin Penting (3)
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik tidak terus mempersoalkan program Makan Bergizi Gratis, karena program ini bagian dari strategi pemerataan ekonomi dan stabilitas sosial.
  • Purbaya menjelaskan strategi ekonomi pemerintahan Prabowo bertumpu pada tiga pilar: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan kesejahteraan, dan stabilitas sosial-politik.
  • Ia menilai kritik terhadap MBG kerap mengabaikan fungsi program ini dalam menjaga daya beli kelompok bawah dan meredam ketegangan sosial di tengah target pertumbuhan ambisius.

Resolusi.co, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat berhenti mempermasalahkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengatakan, program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini adalah bagian integral dari strategi pembangunan jangka panjang. Tanpa pemerataan ekonomi yang dijaga lewat MBG dan program sosial lainnya, pertumbuhan tinggi hanya akan jadi angka tanpa makna.

“Orang masih bingung apa strategi ekonomi pembangunan Presiden Prabowo. Tapi yang saya terjemahkan ada 3: Pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan dan stabilitas sosial,” ujar Purbaya dalam diskusi Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Financial Hall, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Purbaya mengakui banyak pihak yang masih belum memahami kerangka besar kebijakan ekonomi pemerintahan saat ini. Menurutnya, ada tiga pilar yang menjadi landasan: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan kesejahteraan, dan stabilitas sosial-politik.

MBG, lanjut dia, berada di jalur pemerataan dan stabilitas, yang seringkali diabaikan dalam perdebatan publik.

Ia menilai, kritik terhadap MBG kerap datang dari sudut pandang yang terlalu teknis atau sempit. Padahal, program ini dirancang untuk menjaga daya beli kelompok bawah dan meredam potensi ketegangan sosial di tengah target pertumbuhan ekonomi ambisius.

“Ini pilar pemerataan ekonomi,” tegas Purbaya.

Pernyataan Purbaya terdengar seperti upaya menjawab skeptisisme yang terus mengikuti MBG sejak awal diluncurkan. Program ini kerap disebut terlalu mahal dan tidak efisien, namun pemerintah tetap bersikukuh mempertahankannya.

Menkeu menambahkan, stabilitas sosial bukan hanya soal keamanan dalam arti sempit, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dalam konteks itulah, program seperti MBG menjadi penting, meski dampak ekonominya tidak langsung terlihat dalam indikator makro.

Purbaya menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi memang menjadi target utama, tapi tanpa pemerataan dan stabilitas, angka tersebut bisa rapuh dan tidak berkelanjutan.