Bukan Sekadar Makan, Ini Cara Buka Puasa yang Diajarkan Rasulullah SAW

- Rasulullah SAW mengajarkan enam adab berbuka puasa, meliputi menyegerakan berbuka, membaca basmalah, memulai dengan kurma atau air, berdoa, mendirikan salat Maghrib sebelum makan besar, dan berbagi makanan kepada orang lain.
- Waktu berbuka merupakan momen mustajab untuk berdoa, karena Rasulullah SAW menyebut doa orang yang berpuasa saat berbuka termasuk dalam golongan doa yang tidak ditolak Allah SWT.
- Terdapat dua doa berbuka yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, keduanya dibaca setelah tegukan atau suapan pertama, bukan sebelum mulai berbuka.
, Jakarta – Berbuka puasa bukan sekadar mengakhiri rasa lapar setelah seharian menahan diri. Dalam tradisi Islam, momen ini memiliki tata cara tersendiri yang langsung dicontohkan Rasulullah SAW, dan setiap langkahnya menyimpan nilai ibadah tersendiri.
Merujuk pada sejumlah kitab hadits dan buku panduan puasa, setidaknya ada enam adab berbuka yang penting untuk diketahui setiap Muslim, terutama di bulan Ramadan.
Yang pertama adalah menyegerakan berbuka begitu waktu Maghrib tiba. Rasulullah SAW secara tegas menyebut bahwa kebiasaan ini adalah tanda kebaikan umat Islam, berbeda dengan mereka yang sengaja menunda. Dalam hadits qudsi riwayat Tirmidzi, Allah SWT bahkan menyebut hamba yang paling segera berbuka sebagai yang paling dicintai-Nya.
Sebelum menyantap apapun, membaca basmalah adalah sunnah yang selalu Rasulullah lakukan. Hal ini diriwayatkan oleh Umar bin Abi Salamah dalam hadits yang sahih, bahwa Nabi tidak pernah memulai makan tanpa menyebut nama Allah terlebih dahulu.
Soal menu berbuka, Rasulullah SAW memilih kurma dalam jumlah ganjil. Bila tidak tersedia, Beliau memilih kurma setengah matang. Dan bila keduanya tidak ada, Beliau cukup minum air. Di Indonesia, tradisi ini biasa diadaptasi dengan makanan manis seperti kolak atau buah-buahan sebelum menyantap hidangan berat setelah salat.
Berbuka juga merupakan waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa orang yang berpuasa ketika berbuka termasuk dalam tiga golongan doa yang tidak ditolak Allah, bersama doa pemimpin yang adil dan doa orang yang dizalimi. Ini adalah jendela waktu yang terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja.
Setelah berbuka dengan kurma atau air, Rasulullah SAW beranjak menunaikan salat Maghrib, baru kemudian menyantap hidangan utama. Namun dalam satu riwayat, Beliau juga membolehkan makan terlebih dahulu jika makanan sudah siap di meja, agar konsentrasi salat tidak terganggu oleh perut yang lapar.
Adab keenam, yang kerap luput dari perhatian, adalah berbagi makanan untuk orang lain. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi paling dermawan, dan kedermawanannya berlipat ganda di bulan Ramadan. Beliau pernah menegaskan bahwa siapa pun yang memberi makan orang berpuasa untuk berbuka akan mendapatkan pahala setara dengan pahala orang yang berpuasa itu sendiri, tanpa mengurangi pahala si penerima sedikit pun.
Ada dua doa berbuka yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Pertama, doa yang berbunyi “Dzahaba azh-zhamau wa ibtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru in syaallahu ta’ala,” yang artinya dahaga telah pergi, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah. Riwayat kedua adalah “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu,” yang bermakna berpuasa hanya untuk Allah dan berbuka dengan rezeki-Nya. Keduanya diriwayatkan Abu Dawud dan Baihaqi.
Penting untuk dicatat bahwa doa ini dibaca setelah tegukan pertama, bukan sebelum mulai berbuka. Itulah cara yang benar sesuai teladan Nabi.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: