Indonesia Terima Posisi Wakil Komandan ISF, Prabowo Siapkan 8.000 Prajurit TNI ke Gaza

- Indonesia resmi menerima posisi Wakil Komandan ISF, pasukan stabilisasi internasional di Gaza yang dibentuk berdasarkan Resolusi DK PBB 2803 tahun 2025.
- Presiden Prabowo menegaskan 8.000 prajurit TNI akan dikirim ke Gaza dalam 1-2 bulan ke depan, dengan kemungkinan jumlah lebih besar jika situasi membutuhkan.
- Tugas ISF mencakup pengamanan perbatasan, demiliterisasi Gaza, perlindungan warga sipil, dan pelatihan polisi Palestina, bukan misi tempur langsung.
, Washington DC – Indonesia mengambil langkah besar dalam arena diplomasi dan keamanan internasional. Dalam rapat perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digelar di Washington DC, Kamis (19/2/2026), Indonesia resmi menerima tawaran posisi Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF), pasukan stabilisasi yang akan beroperasi di Gaza, Palestina.
Kabar itu dikonfirmasi langsung oleh Komandan ISF dari Amerika Serikat, Mayor Jenderal Jasper Jeffers.
“Saya telah menawarkan dan Indonesia telah menerima posisi wakil komandan untuk ISF,” kata Mayor Jenderal Jasper Jeffers seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/2/2026).
ISF sendiri bukan lembaga yang lahir tiba-tiba. Pasukan ini dibentuk berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang disahkan pada 17 November 2025, sebagai bagian dari rencana besar mengakhiri konflik Gaza. Resolusi itu memberi wewenang kepada BoP untuk membentuk pasukan stabilisasi sementara, dengan kontribusi personel dari negara-negara peserta.
Tugas ISF cukup luas, mulai dari mengamankan perbatasan, mengawasi proses demiliterisasi Jalur Gaza, melindungi warga sipil dan operasi kemanusiaan, hingga melatih pasukan polisi Palestina yang telah diverifikasi. ISF bekerja sama dengan Israel dan Mesir, serta berkoordinasi untuk membuka koridor kemanusiaan.
Presiden Prabowo Subianto langsung mengumumkan kontribusi konkret Indonesia: 8.000 personel TNI siap diberangkatkan dalam satu hingga dua bulan ke depan. Kemungkinan ada tim advance yang lebih dulu turun ke lapangan sebelum kontingen utama tiba.
“Gencatan senjata di Gaza merupakan capaian yang riil terjadi. Kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit kami dalam jumlah yang signifikan sebanyak 8.000, bahkan bisa lebih jika dibutuhkan,” ujar Presiden Prabowo Subianto kepada wartawan usai KTT BoP.
Soal siapa yang akan mengisi jabatan Wakil Komandan, Prabowo belum menyebut nama. Ia hanya menyatakan akan memilih prajurit terbaik untuk posisi strategis itu.
“Mereka minta kita jadi deputy commander,” kata Prabowo. “Ya dipilih, ya kita cari yang bagus,” lanjutnya.
Kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia ini mencerminkan rekam jejak panjang TNI dalam misi perdamaian internasional. Namun medan Gaza bukan medan biasa. Situasi keamanan yang masih rapuh dan kompleksitas politik kawasan membuat penugasan ini jauh lebih berat dibanding misi-misi PBB sebelumnya.
Jeffers menegaskan bahwa kehadiran ISF bukan untuk konfrontasi, melainkan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan pemerintahan sipil kembali berjalan dan perdamaian jangka panjang bisa terwujud.
“Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng,” ujar Jeffers.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: