TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Target Inpex 2030, Purbaya Minta Blok Masela Sudah “Kelihatan Bangunannya” Tahun Depan

Poin Penting (3)
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mendorong Blok Masela, proyek LNG senilai USD 20 miliar di Laut Arafura Maluku, bisa mulai berproduksi pada 2029, lebih cepat dari target operator Inpex yang menyebut 2030-2031.
  • Purbaya berencana membentuk tim khusus di Kementerian Keuangan sebagai pusat penyelesaian hambatan investasi lintas kementerian, dengan menempatkan Inpex sebagai "investor spesial".
  • Blok Masela berlokasi di Laut Arafura, sekitar 155 km barat daya Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, dan dikelola bersama oleh Inpex (65%), Pertamina Hulu Energi Masela (20%), dan Petronas Masela (15%).

Resolusi.co, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta proyek gas terbesar Indonesia, Blok Masela, bisa mulai berproduksi sebelum jadwal yang selama ini dicanangkan operator. Permintaan itu ia sampaikan usai memimpin Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026).

Blok Masela sendiri terletak di Laut Arafura, Maluku, sekitar 155 kilometer arah barat daya Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Secara geografis, posisinya berada sekitar 800 km di sebelah timur Kupang dan 400 km di utara Darwin, Australia, dengan kedalaman laut mencapai 300 hingga 1.000 meter. Fasilitas kilang LNG-nya direncanakan dibangun di darat, di kawasan Pulau Yamdena.

Proyek senilai lebih dari USD 20 miliar ini dioperasikan oleh Inpex Corporation Ltd asal Jepang dengan porsi 65 persen, bersama PT Pertamina Hulu Energi Masela (20%) dan Petronas Masela (15%). Selama ini, Inpex menyebut proyek baru bisa onstream antara 2030 hingga 2031.

“Mereka bilang kan 2030-2031 baru onstream. Saya sih kalau bisa 2029 atau sebelum 2029 sudah kelihatan lah bangunannya, jadi gasnya sudah berproduksi, jadi kita akan percepat semaksimal mungkin,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.

Pernyataan itu bukan sekadar harapan. Purbaya mengisyaratkan bahwa Kementerian Keuangan akan turun tangan langsung menangani hambatan birokrasi yang selama ini kerap memperlambat proyek-proyek besar serupa.

“Yang jelas seluruh hambatan di pemerintah kita akan hilangkan,” ujar Purbaya.

Untuk itu, ia berencana membentuk tim khusus di lingkup kementerian yang bisa menjadi titik lapor sekaligus ruang penyelesaian masalah bagi Inpex selaku operator. Jika ada kendala izin dari kementerian lain, Purbaya menyebut pihaknya yang akan memanggil instansi terkait ke meja yang sama.

“Nanti kita beresin di sini. Jadi saya akan perlakukan mereka sebagai investor spesial, di mana kalau ada hambatan datangnya ke sini, diberesinnya di sini,” ucap Purbaya.

“Di perdagangan kita panggil ke sini. Di perindustrian kita panggil industrinya ke sini,” tambahnya.

Blok Masela bukan proyek baru. Kontrak eksplorasi sudah ditandatangani sejak November 1998 dan proyek ini sudah berganti-ganti mitra, sempat nyaris tersandera debat panjang soal lokasi kilang darat atau terapung, hingga mendapat surat peringatan dari Menteri ESDM. Bahwa Menkeu kini turun langsung ke urusan koordinasi lintas kementerian mencerminkan betapa proyek ini sudah terlalu lama menunggu kepastian.

Dengan cadangan gas mencapai 6,97 triliun kaki kubik dan potensi produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, Blok Masela diproyeksikan menjadi salah satu lapangan gas terbesar di Asia Tenggara. Selain nilai ekspornya, proyek ini diperkirakan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja pada tahap konstruksi, sebagian besar diharapkan berasal dari masyarakat Maluku dan sekitarnya.