Mengenal Ali Khamenei, Ulama Revolusioner yang Pimpin Iran Sejak 1989

- Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran sejak 1989, dilaporkan tewas dalam serangan AS-Israel di Teheran dan Iran menetapkan 40 hari berkabung nasional.
- Khamenei lahir di Mashhad pada 1939, aktif dalam Revolusi Islam 1979 bersama Ruhollah Khomeini, dan pernah menjabat Presiden Iran sebelum menjadi Pemimpin Tertinggi.
- Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi kematian Khamenei, menambah ketegangan di tengah konflik terbuka antara Iran, AS, dan Israel.
, Jakarta– Nama Ali Khamenei kembali menjadi sorotan dunia setelah diumumkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran, Sabtu (28/2). Pemerintah Iran mengonfirmasi kabar tersebut dan menetapkan 40 hari berkabung nasional serta tujuh hari libur nasional.
Kematian Khamenei diumumkan stasiun penyiaran negara Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB). Sejumlah kantor berita Iran seperti Tasnim News Agency dan Fars News Agency juga menyampaikan konfirmasi serupa.
Di tengah eskalasi perang, sosok Khamenei kembali diingat sebagai figur sentral Revolusi Islam Iran dan pemimpin tertinggi yang memegang kendali negara selama lebih dari tiga dekade.
Lahir dari Keluarga Ulama Sederhana
Dilansir Al Jazeera dan laman resmi Khamenei.ir, Ali Khamenei lahir di kota suci Mashhad pada 19 April 1939. Ia merupakan putra kedua Sayyed Javad Khamenei, seorang ulama sederhana yang membesarkannya dalam kehidupan bersahaja.
Sejak kecil, Khamenei menempuh pendidikan agama di maktab untuk mempelajari alfabet dan Al-Qur’an. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di sekolah Islam dan masuk seminari teologi di Mashhad. Di sekolah agama Soleiman Khan dan Nawwab, ia mendalami logika, filsafat, dan yurisprudensi Islam di bawah bimbingan sejumlah ulama terkemuka.
Bergabung dalam Revolusi Islam
Pada 1962, Khamenei bergabung dengan gerakan revolusioner yang dipimpin Ruhollah Khomeini untuk menentang rezim Shah yang dinilai pro-Barat dan anti-Islam. Selama bertahun-tahun, ia aktif menyebarkan gagasan revolusi dan beberapa kali ditangkap serta diasingkan oleh aparat keamanan SAVAK.
Ia pernah ditahan di penjara Teheran dan dilarang memberikan ceramah setelah bebas. Namun aktivitas politik-keagamaannya terus berjalan hingga Revolusi Islam 1979 berhasil menggulingkan Shah.
Pimpin Iran Sejak 1989
Setelah wafatnya Ayatollah Khomeini pada 1989, Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran. Sebelumnya, ia menjabat Presiden Iran pada era perang Iran-Irak 1980-an, konflik panjang yang memperdalam ketegangan Iran dengan Barat, khususnya Amerika Serikat.
Sebagai Pemimpin Tertinggi, Khamenei memiliki kewenangan luas atas kebijakan politik, militer, dan keamanan Iran. Ia juga dikenal sebagai figur yang konsisten menentang pengaruh Barat dalam politik domestik dan luar negeri Iran.
Tewas dalam Serangan
Serangan terbaru disebut menargetkan sejumlah lokasi strategis di Teheran, termasuk kompleks kediaman Khamenei. Media Iran melaporkan area tersebut dihujani puluhan bom.
Presiden AS Donald Trump turut mengumumkan kematian Khamenei melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.
“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump seperti dikutip Agence France-Presse, Minggu (1/3/2026).
Dengan wafatnya tokoh yang memimpin Iran sejak 1989 itu, negara tersebut kini memasuki babak baru di tengah konflik terbuka dengan AS dan Israel. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai sosok yang akan menggantikan posisi Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: