TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

16 Maret 2026
TODAY'S RECAP
Megawati Kirim Surat Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Serukan Visi Trisakti Bung Karno untuk Iran Ayam Rp40.000, Cabai Jauh di Bawah HET, Minyakita Turun Rp1.000: Hasil Sidak Mendag di Pasar Rawasari IHSG Dibuka Melemah 0,30% ke 7.115 di Awal Pekan, Pasar Lebih Khawatir Eskalasi Geopolitik ketimbang Janji Disiplin Fiskal Prabowo Dorong Kurikulum Koperasi Merah Putih di Sekolah, Chusni Mubarok: Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan Pakar: Trump Kehilangan Kendali dan Putus Asa Hadapi Iran Dari Persia untuk Dunia: Tiga Ilmuwan Iran yang Karyanya Jadi Rujukan Berabad-abad Perintah Presiden, Kapolri Jamin Lindungi Identitas Pemberi Informasi Kasus Andrie Yunus Trump Minta Inggris dan China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Megawati Kirim Surat Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Serukan Visi Trisakti Bung Karno untuk Iran Ayam Rp40.000, Cabai Jauh di Bawah HET, Minyakita Turun Rp1.000: Hasil Sidak Mendag di Pasar Rawasari IHSG Dibuka Melemah 0,30% ke 7.115 di Awal Pekan, Pasar Lebih Khawatir Eskalasi Geopolitik ketimbang Janji Disiplin Fiskal Prabowo Dorong Kurikulum Koperasi Merah Putih di Sekolah, Chusni Mubarok: Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan Pakar: Trump Kehilangan Kendali dan Putus Asa Hadapi Iran Dari Persia untuk Dunia: Tiga Ilmuwan Iran yang Karyanya Jadi Rujukan Berabad-abad Perintah Presiden, Kapolri Jamin Lindungi Identitas Pemberi Informasi Kasus Andrie Yunus Trump Minta Inggris dan China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Cari berita

Dari Persia untuk Dunia: Tiga Ilmuwan Iran yang Karyanya Jadi Rujukan Berabad-abad

Poin Penting (3)
  • Tiga ilmuwan besar Persia (kini Iran) dari Golden Age of Islamic Science memberi pengaruh luas bagi perkembangan sains dunia dengan karya yang menjadi rujukan universitas berabad-abad: Ibnu Sina (kedokteran dan filsafat), Ar-Razi (medis dan kimia), dan Al-Biruni (astronomi, matematika, geografi, farmasi)
  • Ibnu Sina (980-1037) menulis sekitar 450 karya termasuk The Canon of Medicine yang jadi rujukan sekolah kedokteran global selama berabad-abad, mengembangkan pendekatan observasi klinis dan eksperimen, dijuluki Prince of Medicine
  • Ar-Razi (865-925) membedakan cacar dan campak yang sebelumnya dianggap sama, menulis Al-Hawi sebagai referensi penting dokter, sedangkan Al-Biruni (973-1048) mengukur kepadatan zat dengan timbangan hidrostatik, menghitung radius bumi, dan menjadi pelopor metode ilmiah dalam ilmu alam

Resolusi.co, Jakarta – Sejak berabad-abad lalu, wilayah Persia atau kini dikenal dengan Iran, melahirkan banyak ilmuwan besar yang memberi pengaruh luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Pada masa yang sering disebut Golden Age of Islamic Science, para sarjana ini menulis karya yang menjadi rujukan di berbagai universitas di dunia hingga berabad-abad kemudian.

Mengutip berbagai sumber, Minggu (15/3), berikut tiga ilmuwan asal Iran yang dikenal memiliki kontribusi besar bagi dunia.

Ibnu Sina

Ibnu Sina (980-1037) adalah salah satu ilmuwan paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan, terutama di bidang kedokteran dan filsafat. Ia menulis sekitar 450 karya, di antaranya ada puluhan karya yang membahas ilmu medis. Salah satu yang paling terkenal adalah The Canon of Medicine yang menjadi buku rujukan di sekolah kedokteran di berbagai belahan dunia selama berabad-abad.

Ibnu Sina juga berkontribusi mengembangkan pendekatan observasi klinis dan eksperimen dalam pengobatan, serta memberi kontribusi di banyak bidang lain seperti astronomi, logika, dan filsafat. Karena pengaruhnya yang besar, Ibnu Sina sering dijuluki Prince of Medicine atau pangeran kedokteran.

Ar-Razi

Ar-Razi (865-925), dikenal di Barat sebagai Rhazes, merupakan dokter dan ilmuwan besar yang memberikan terobosan penting dalam ilmu medis dan kimia. Salah satu pencapaiannya yang paling terkenal adalah membedakan penyakit cacar dan campak, sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai penyakit yang sama.

Ar-Razi juga diketahui menulis banyak buku medis seperti Al-Hawi yang menjadi referensi penting bagi dokter. Ar-Razi juga dikenal sebagai salah satu dokter paling berpengaruh pada masanya di dunia Islam maupun Eropa.

Al-Biruni

Al-Biruni (973-1048) adalah ilmuwan serba bisa yang memberikan kontribusi pada astronomi, matematika, geografi, hingga farmasi. Salah satu pencapaiannya adalah mengembangkan metode eksperimen untuk mengukur kepadatan berbagai zat menggunakan timbangan hidrostatik serta menghitung radius bumi melalui pengamatan ilmiah.

Al-Biruni dikenal sebagai ilmuwan yang sangat teliti dan sering disebut sebagai salah satu pelopor metode ilmiah dalam ilmu alam.