TODAY'S RECAP
Viral Video Porno Ojol, Ternyata Aktor Pakai Jaket Palsu Beli Rp300 RibuPuncak Mudik Gilimanuk Diperpanjang Gara-gara Nyepi, Ini Jadwal Penutupan PelabuhanH-4 Lebaran, Penyeberangan Bali-Jawa Capai 74.263 Orang, Motor Naik 7,2 PersenBukan Orang Sembarangan: Ini Sosok Joe Kent yang Berani Menentang Trump soal Perang Lawan IranKapan Malam Takbiran 2026? Ada Dua Kemungkinan Tanggal, Ini PenjelasannyaLepas 4.009 Pemudik Gratis, Menko Polkam: Negara Selalu Hadir untuk RakyatViral Video Porno Ojol, Ternyata Aktor Pakai Jaket Palsu Beli Rp300 RibuPuncak Mudik Gilimanuk Diperpanjang Gara-gara Nyepi, Ini Jadwal Penutupan PelabuhanH-4 Lebaran, Penyeberangan Bali-Jawa Capai 74.263 Orang, Motor Naik 7,2 PersenBukan Orang Sembarangan: Ini Sosok Joe Kent yang Berani Menentang Trump soal Perang Lawan IranKapan Malam Takbiran 2026? Ada Dua Kemungkinan Tanggal, Ini PenjelasannyaLepas 4.009 Pemudik Gratis, Menko Polkam: Negara Selalu Hadir untuk RakyatViral Video Porno Ojol, Ternyata Aktor Pakai Jaket Palsu Beli Rp300 RibuPuncak Mudik Gilimanuk Diperpanjang Gara-gara Nyepi, Ini Jadwal Penutupan PelabuhanH-4 Lebaran, Penyeberangan Bali-Jawa Capai 74.263 Orang, Motor Naik 7,2 PersenBukan Orang Sembarangan: Ini Sosok Joe Kent yang Berani Menentang Trump soal Perang Lawan IranKapan Malam Takbiran 2026? Ada Dua Kemungkinan Tanggal, Ini PenjelasannyaLepas 4.009 Pemudik Gratis, Menko Polkam: Negara Selalu Hadir untuk RakyatViral Video Porno Ojol, Ternyata Aktor Pakai Jaket Palsu Beli Rp300 RibuPuncak Mudik Gilimanuk Diperpanjang Gara-gara Nyepi, Ini Jadwal Penutupan PelabuhanH-4 Lebaran, Penyeberangan Bali-Jawa Capai 74.263 Orang, Motor Naik 7,2 PersenBukan Orang Sembarangan: Ini Sosok Joe Kent yang Berani Menentang Trump soal Perang Lawan IranKapan Malam Takbiran 2026? Ada Dua Kemungkinan Tanggal, Ini PenjelasannyaLepas 4.009 Pemudik Gratis, Menko Polkam: Negara Selalu Hadir untuk Rakyat

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

18 Maret 2026

Cari berita

Viral Video Porno Ojol, Ternyata Aktor Pakai Jaket Palsu Beli Rp300 Ribu

Poin Penting (3)
  • Polisi tangkap 3 WNA produser video porno di Bali: perempuan Prancis (MMZL), pria Prancis (ERB), dan pria Italia (NBS), dalam video NBS pakai jaket ojol beli Rp300 ribu untuk viral, driver ojol yang sempat dituduh hanya saksi karena jasanya digunakan antar jemput pelaku
  • Konten porno direkam di vila Badung Minggu (8/3), ERB sebagai manajer MMZL sekaligus mengatur produksi dan distribusi ke OnlyFans dan X, bukan sekadar rekan
  • MMZL dan NBS ditangkap di Bandara Ngurah Rai saat hendak terbang ke Thailand Jumat (13/3) ada indikasi melarikan diri, ERB ditangkap di Canggu Senin (16/3), MMZL masuk Indonesia 21 Februari pakai VoA wisata, 11 Maret jadi subjek pantauan setelah video viral

Resolusi.co, Bali – Tiga warga negara asing (WNA) ditangkap polisi akibat memproduksi video porno dan dijual melalui OnlyFans. Mereka adalah perempuan asal Prancis (MMZL), pria asal Prancis (ERB), dan pria asal Italia (NBS).

Polisi mengungkapkan MMZL dan NBS merupakan pemeran dalam video porno itu. Dalam video, NBS berpura-pura menjadi pengemudi ojek online (ojol) dengan mengenakan jaket ojol yang dibeli Rp300 ribu di toko.

“Jadi untuk menarik perhatian atau untuk membuat viral, ia (NBS) mengenakan jaket ojek. Jadi warga Italia (yang pakai), bukan lokal,” kata Kapolres AKBP Joseph Edward Purba seperti diberitakan detikBali pada Rabu (18/3).

Hal itu disampaikan guna memastikan driver ojol yang sempat viral karena dituduh sebagai pemeran, sama sekali tidak terlibat dalam produksi video porno. Driver itu pun hanya berstatus sebagai saksi.

“Ojek online itu hanya sebagai saksi saja karena jasanya sering digunakan oleh pelaku wanita untuk antar jemput selama di Bali,” Joseph menegaskan.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, konten porno itu direkam di sebuah vila daerah Badung pada Minggu (8/3). Video itu kemudian didistribusikan ERB ke platform OnlyFans dan X.

Polisi mengungkap ERB bukan sekadar rekan, melainkan manajer MMZL sekaligus yang mengatur produksi sekaligus distribusi konten ke platform OnlyFans dan X.

Penangkapan itu dilakukan setelah polisi berkoordinasi dengan Imigrasi untuk melacak pergerakan pelaku. MMZL dan NBS ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai saat hendak terbang ke Thailand, Jumat (13/3). Sementara itu, ERB ditangkap di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung, Senin (16/3).

“Rencana berangkat ke Thailand, kami tangkap di bandara. Ada indikasi untuk melarikan diri, kemungkinan ada,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Ngurah Rai, Gde Oki Rizky Aryadhika Heris.

“Masuknya itu untuk (pelaku) M tanggal 21 Februari menggunakan visa on arrival (VoA) untuk wisata. Kemudian, pada 11 Maret berdasarkan informasi masyarakat ada berita viral sehingga langsung dimasukkan subjek pantauan,” kata Gde Oki.