Stasiun Malang Catat 7.084 Penumpang di Tengah Gelombang Arus Balik Nataru

- Stasiun Malang mencatat 7.084 penumpang pada Sabtu (3/1/2026) dengan penumpang tiba (3.689 orang) lebih banyak dari berangkat (3.395 orang), menandai mulai menguatnya gelombang arus balik Nataru di Jawa Timur.
- Selama periode Nataru 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Malang diproyeksikan melayani 144.622 penumpang, sementara KAI Daop 8 Surabaya secara keseluruhan telah melayani 784.044 penumpang hingga 3 Januari 2026.
- Penjualan tiket kereta api nasional tembus 4.068.603 tiket, naik 9,06 persen dari tahun sebelumnya, dengan puncak arus balik diprediksi terjadi Minggu (4/1/2026) dan wisatawan mancanegara meningkat 6,2 persen menjadi 3.504 orang.
, MALANG – Aktivitas penumpang kereta api di Stasiun Malang masih menunjukkan intensitas tinggi meski masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kian mendekati penghujung. Lonjakan mobilitas terlihat jelas dari arus balik masyarakat yang kembali ke kota asal usai memanfaatkan libur panjang akhir tahun.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat pergerakan penumpang saat ini didominasi oleh penumpang kedatangan di Stasiun Malang. Kondisi ini mengindikasikan gelombang pemulangan penumpang mulai menguat dalam beberapa hari terakhir.
Pada Sabtu (3/1/2026) pukul 10.00 WIB, sebanyak 7.084 penumpang turun dan naik di Stasiun Malang sepanjang hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.395 penumpang tercatat berangkat, sementara 3.689 penumpang lainnya tiba di stasiun tersebut.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menyatakan angka ini masih berpotensi bertambah hingga layanan kereta api berakhir pada malam hari.
“Angka ini masih berpotensi bertambah hingga layanan kereta api berakhir pada malam hari.”
Layanan di Stasiun Malang dilayani oleh 13 perjalanan kereta api, yang terdiri atas 12 kereta api reguler dan satu kereta api tambahan. Keberagaman rute yang tersedia memberikan fleksibilitas bagi penumpang untuk memilih destinasi sesuai kebutuhan.
Mahendro menjelaskan kereta api masih menjadi moda transportasi favorit masyarakat, terutama untuk relasi jarak menengah dan jauh. Tujuan populer dari Stasiun Malang meliputi Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Madiun, hingga Ketapang.
Salah seorang penumpang asal Kota Malang, Novita Virginia Sari, mengaku baru saja memanfaatkan masa libur Natal dan Tahun Baru untuk berwisata ke Yogyakarta bersama anaknya. Namun, seiring berakhirnya masa libur dan semakin dekatnya jadwal masuk sekolah, ia memutuskan untuk kembali ke Kota Malang.
“Liburannya sudah selesai, anak juga sebentar lagi masuk sekolah, jadi kami harus kembali ke Malang agar bisa menyiapkan semuanya.”
Testimoni Novita mencerminkan pola umum masyarakat yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata dan kembali menjelang dimulainya aktivitas rutin. Faktor kesadaran akan tanggung jawab dan kewajiban menjadi pendorong utama gelombang arus balik.
Selama keseluruhan periode angkutan Natal dan Tahun Baru yang berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Malang diproyeksikan melayani total 144.622 penumpang. Jumlah tersebut terdiri atas 76.551 penumpang berangkat dan 68.111 penumpang tiba.
Data ini menunjukkan bahwa meski mobilitas penumpang berangkat lebih tinggi selama periode liburan, gelombang pemulangan pada akhir masa angkutan cukup signifikan. Fenomena ini sejalan dengan pola musiman yang biasa terjadi setiap periode libur panjang.
Dalam skala yang lebih luas, KAI Daop 8 Surabaya mencatat pergerakan penumpang yang sangat tinggi selama periode Nataru. Hingga Sabtu (3/1/2026), wilayah Daop 8 telah melayani total 43.388 penumpang, dengan 19.878 penumpang berangkat dan 23.510 penumpang tiba.
Mahendro menambahkan bahwa secara kumulatif, selama periode 18 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani total 784.044 penumpang. Rinciannya adalah 403.999 penumpang berangkat dan 380.045 penumpang tiba di berbagai stasiun.
Tiga stasiun favorit pelanggan kereta api jarak jauh di wilayah KAI Daop 8 Surabaya meliputi Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang yang secara kumulatif mencatat 627.383 penumpang. Tingginya pergerakan penumpang dari ketiga stasiun tersebut menunjukkan kereta api tetap menjadi pilihan utama.
Menjelang akhir libur Nataru, Mahendro menginformasikan bahwa tiket kereta api di wilayah KAI Daop 8 Surabaya masih tersedia. Ketersediaan tiket ini penting bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan di hari-hari terakhir periode angkutan.
“Pada masa menjelang akhir libur Nataru ini, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya masih tergolong tinggi. Hal ini didominasi oleh masyarakat yang kembali ke kota asal untuk bekerja maupun melanjutkan aktivitas sehari-hari.”
Puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada Minggu (4/1/2026). KAI mempersiapkan antisipasi untuk memastikan layanan berjalan aman dan lancar di tengah padatnya mobilitas penumpang.
Secara nasional, PT Kereta Api Indonesia mencatat arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mulai terasa sejak Sabtu (3/1/2026). Hingga pukul 08.00 WIB, total penjualan tiket kereta api secara nasional pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 telah mencapai 4.068.603 tiket.
Angka ini meningkat 9,06 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 3.730.584 tiket. Peningkatan signifikan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama pada masa libur panjang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa arus balik Nataru menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota asal setelah libur akhir tahun.
“Memasuki arus balik Nataru, KAI memastikan seluruh layanan berjalan aman dan lancar. Hingga pagi ini, penjualan tiket nasional telah melampaui 4 juta pelanggan, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama pada masa libur panjang.”
KAI terus melakukan pemantauan intensif di stasiun-stasiun utama dan jalur padat selama arus balik. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional dan kenyamanan perjalanan penumpang hingga periode angkutan Nataru berakhir.
Selain masyarakat domestik, periode Nataru juga mencatat peningkatan wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta api. Sejak dibukanya Posko Angkutan Nataru pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, sebanyak 3.504 wisatawan mancanegara tercatat menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya.
Jumlah tersebut meningkat 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.299 penumpang. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya berperan sebagai sarana mobilitas, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisata yang efisien, nyaman, dan berwawasan lingkungan.
Perjalanan wisatawan mancanegara didominasi keberangkatan dari Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang. Adapun kota tujuan favorit meliputi Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Bandung, dan Banyuwangi yang dikenal memiliki daya tarik wisata budaya, alam, serta ekonomi kreatif.
KAI Daop 8 Surabaya terus menghadirkan berbagai inovasi layanan melalui peningkatan keselamatan perjalanan, ketepatan waktu, kenyamanan sarana dan prasarana, serta penguatan integrasi dengan moda transportasi lanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen KAI dalam mendukung pariwisata nasional yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: