TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

28 Hari Bom Tak Berhenti: Lebih dari 1.900 Orang Tewas Akibat Serangan AS-Israel ke Iran

Poin Penting (3)
  • Korban terbesar: Iran mencatat 1.937 tewas dan 24.800 luka-luka sejak serangan AS-Israel dimulai 28 Februari 2026, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak.
  • Konflik meluas: Iran membalas dengan menyerang sembilan negara di Timur Tengah serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut, menyebabkan harga minyak dan gas global melonjak.
  • Korban multi-negara: Selain Iran, korban jiwa juga berjatuhan di Lebanon (1.116), Irak (96), Israel (19), serta sejumlah negara Teluk, dengan total prajurit AS yang tewas mencapai 13 orang.

Resolusi.co, Yogyakarta-Konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki hari ke-28 pada Kamis (27/3/2026). Pertempuran yang dimulai sejak 28 Februari 2026 ini telah menewaskan sedikitnya 1.937 orang di Iran dan menyebabkan lebih dari 24.800 lainnya mengalami luka-luka, menurut data Kementerian Kesehatan Iran.

Di antara korban jiwa di Iran, terdapat 240 perempuan dan 212 anak-anak. Kementerian Kesehatan Iran mencatat rentang usia korban yang sangat luas, mulai dari bayi berusia delapan bulan hingga lansia berusia 88 tahun.

Iran membalas serangan AS dan Israel dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika di Timur Tengah. Hingga kini, Iran tercatat telah melancarkan serangan balasan ke sembilan negara di kawasan tersebut, yakni Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Sebuah drone Iran bahkan sempat menghantam landasan pacu di pangkalan militer Inggris di Siprus.

Konflik kian memanas setelah Israel menyerang ladang gas South Pars milik Iran, yang langsung memicu lonjakan harga minyak dan gas secara global. Sebagai respons, Iran memperluas serangannya ke fasilitas energi di negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.

Di Israel, korban jiwa akibat serangan Iran tercatat sebanyak 19 orang, dengan lebih dari 5.492 lainnya mengalami cedera. Kementerian Kesehatan Israel sempat mengimbau warganya agar segera berlindung di bunker, namun dengan tetap berhati-hati karena sejumlah warga justru terluka saat berlari menuju tempat perlindungan tersebut.

Salah satu eskalasi paling dramatis terjadi ketika rudal Iran menghantam kawasan kota Dimona—lokasi fasilitas nuklir utama Israel—dan kota Arad di dekatnya. Setidaknya 180 orang dilaporkan terluka dalam serangan tersebut. Televisi pemerintah Iran menyebut serangan itu sebagai respons atas serangan Israel terhadap kompleks pengayaan nuklir Natanz yang terjadi pada hari yang sama.

Militer AS mengonfirmasi 13 prajuritnya tewas akibat serangan Iran di berbagai penjuru kawasan, sementara sekitar 200 lainnya mengalami luka-luka. Pada 13 Maret lalu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa seluruh enam awak pesawat pengisian bahan bakar udara tewas ketika pesawat mereka jatuh di wilayah barat Irak.

Korban jiwa terbesar di luar Iran terjadi di Lebanon, yang mencapai 1.116 orang tewas dan 3.229 luka-luka sejak Israel kembali melancarkan serangan besar-besaran ke negara itu. Di antara korban meninggal, setidaknya 121 di antaranya adalah anak-anak. Lebih dari satu juta warga Lebanon dilaporkan telah mengungsi sejak pecahnya perang ini.

Di Irak, sedikitnya 96 orang dilaporkan tewas, mayoritas merupakan anggota kelompok paramiliter Pasukan Mobilisasi Populer (PMF). Sementara itu di Uni Emirat Arab, 11 orang dari berbagai kewarganegaraan—termasuk Pakistan, Nepal, Palestina, India, dan Bangladesh—dilaporkan meninggal dunia, dengan 169 lainnya mengalami luka-luka.

Tercatat pula korban jiwa di Kuwait sebanyak enam orang, Arab Saudi dua orang, Bahrain tiga orang, dan Oman tiga orang. Sementara Qatar dan Yordania tidak melaporkan korban jiwa, meski puluhan orang di kedua negara tersebut mengalami luka-luka.