TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

6 April 2026

Cari berita

Pasar Minyak Global Semakin Ketat, Bahlil Pertimbangkan Impor BBM dari Rusia

Poin Penting (3)
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka opsi impor BBM dari Rusia sebagai bagian dari upaya mengamankan pasokan energi domestik di tengah persaingan pengadaan minyak global yang semakin ketat akibat konflik Timur Tengah.
  • Bahlil mengungkapkan fenomena baru di pasar minyak global. Barang yang sudah masuk proses tender bisa berpindah ke pembeli lain yang menawar lebih tinggi, memaksa pemerintah menyiapkan berbagai alternatif sumber pasokan.
  • Stok BBM nasional saat ini masih berada di level minimum yang ditetapkan pemerintah, sementara proyek cadangan penyangga energi ditargetkan masuk tahap lanjutan pada Mei 2026.

Resolusi.co, JAKARTA – Di tengah ketatnya persaingan pengadaan minyak global yang dipicu konflik Timur Tengah, pemerintah Indonesia kini mempertimbangkan Rusia sebagai salah satu sumber impor bahan bakar minyak. Opsi itu diungkap langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Senin (6/4/2026).

Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan pilih-pilih dalam mencari sumber pasokan, selama ketersediaan BBM di dalam negeri bisa dijamin. Rencana ini masih dalam tahap penjajakan dan belum menjadi keputusan final.

“Sekarang kita dalam kondisi selalu membuka opsi dari negara mana saja. Kita tidak pilih-pilih, yang penting bagi pemerintah adalah menjamin agar BBM di Indonesia tetap ada,” kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Ketegangan di pasar energi global membuat proses pengadaan BBM jauh lebih sulit dari biasanya. Bahlil menggambarkan kondisi yang kian tidak lazim: sebuah kontrak tender yang sudah selesai pun bisa gagal karena pembeli lain berani membayar lebih mahal.

“Bayangkan sekarang orang sudah melakukan tender, barangnya sudah ada. Tapi ketika ada yang membeli dengan harga lebih tinggi, trader atau perusahaan yang menjual itu bisa berpotensi menjual ke orang yang menawar lebih tinggi,” ujarnya.

Situasi semacam ini bukan sekadar soal harga. Ini cerminan betapa rapuhnya rantai pasok energi global ketika satu kawasan produsen terguncang. Indonesia, yang masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan BBM domestik, berada di posisi yang tidak nyaman.

Di tengah tekanan itu, Bahlil memastikan bahwa stok BBM nasional saat ini masih berada pada level minimum yang ditetapkan pemerintah.

“Sekarang ini stok kita masih dalam taraf stok minimum nasional. Jadi insyaallah clear,” tambahnya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan langkah jangka menengah berupa pembangunan cadangan penyangga energi, yang saat ini masih dalam proses studi kelayakan. Bahlil menargetkan proses lanjutan proyek tersebut bisa dimulai pada Mei mendatang.