TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

23 April 2026
TODAY'S RECAP
Kepala BGN Luruskan Angka 19.000 Sapi per Hari untuk MBG: Itu Hanya Pengandaian, Bukan Kebutuhan Nyata Empat Libur Nasional dan Dua Cuti Bersama Menanti di Mei 2026, Ini Rincian Tanggalnya Sudah Bayar Tarif Tol, Mau Dipajaki Lagi: Wacana PPN Jalan Tol Bikin Gaduh Bukan Lagi Ompreng, MBG di Pejaten Kini Pakai Prasmanan: Siswa Belajar Antre, Food Waste Ditekan Dalam Sebulan, Warga Indonesia Patungan Rp 9 Miliar untuk Iran. Uangnya Kemana? Naik Harga Takut Sepi, Tidak Naik Rugi: Dilema Penjual Angkringan Jogja di Tengah Lonjakan Minyakita Pertamina Serahkan Mobil Mamografi Ramah Difabel ke YKPI, Targetkan 1.000 Perempuan Diperiksa Menteri Haji Lepas Kloter Pertama di Pondok Gede, Jemaah Diminta Disiplin Jaga Kesehatan Kepala BGN Luruskan Angka 19.000 Sapi per Hari untuk MBG: Itu Hanya Pengandaian, Bukan Kebutuhan Nyata Empat Libur Nasional dan Dua Cuti Bersama Menanti di Mei 2026, Ini Rincian Tanggalnya Sudah Bayar Tarif Tol, Mau Dipajaki Lagi: Wacana PPN Jalan Tol Bikin Gaduh Bukan Lagi Ompreng, MBG di Pejaten Kini Pakai Prasmanan: Siswa Belajar Antre, Food Waste Ditekan Dalam Sebulan, Warga Indonesia Patungan Rp 9 Miliar untuk Iran. Uangnya Kemana? Naik Harga Takut Sepi, Tidak Naik Rugi: Dilema Penjual Angkringan Jogja di Tengah Lonjakan Minyakita Pertamina Serahkan Mobil Mamografi Ramah Difabel ke YKPI, Targetkan 1.000 Perempuan Diperiksa Menteri Haji Lepas Kloter Pertama di Pondok Gede, Jemaah Diminta Disiplin Jaga Kesehatan

Cari berita

Tanah Warisan Terancam Disita Bank, Mbah Kibar Pilih Melukis Daripada Mengemis

Poin Penting (3)
  • Suhardiyono Kibar (76 tahun) seniman Sleman terjerat utang Rp 500 juta atas namanya, tanah warisan keluarga terancam disita bank, menolak mengemis dan pilih terus melukis untuk lunasi utang
  • Selama puluhan tahun Mbah Kibar hidupi keluarga dari hasil menjual lukisan, sejumlah karya pernah dipamerkan termasuk pameran tunggal dalam beberapa tahun terakhir, tegaskan masih mampu melukis secara profesional tanpa perlu donasi
  • Rumah yang ditempati di Banguntapan mengalami kerusakan parah hingga ambruk, kini memiliki tempat tinggal layak di rumah joglo daerah Ngemplak sekaligus ruang untuk berkarya dan difasilitasi untuk melukis

Resolusi.co, Sleman – Suhardiyono Kibar, seniman yang kini berusia 76 tahun, tengah berjuang melunasi utang ratusan juta rupiah dengan melukis. Mbah Kibar, sapaan karibnya, menolak mengemis dan memilih terus melukis untuk melunasi utangnya.

Dilansir detikJogja, Minggu (19/4/2026), Mbah Kibar tengah terjerat utang Rp 500 juta atas namanya. Akibat utang itu, tanah warisan keluarganya terancam disita bank.

Selama puluhan tahun, Mbah Kibar mengaku menghidupi keluarganya dari hasil menjual lukisan. Sejumlah karyanya bahkan pernah dipamerkan, termasuk pameran tunggal dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya profesional saja. Saya nggak perlu didonasi. Saya masih mampu untuk melukis,” kata Kibar saat ditemui di rumah joglo daerah Ngemplak.

Selain terbebani utang ratusan juta rupiah yang menggunakan namanya, rumah yang ia tempati di wilayah Banguntapan juga mengalami kerusakan parah hingga ambruk.

Kini, ia merasa lebih tenang karena memiliki tempat tinggal yang layak sekaligus ruang untuk terus berkarya. Di rumah barunya itu, ia juga difasilitasi untuk melukis.

“Rumah saya ambruk, rusak berat. Kalau hujan itu ngeri,” ujarnya.