Akses Terputus, Mualem Ingatkan Warga Terancam Kelaparan di Pedalaman Aceh

- Sejumlah kecamatan di Aceh masih terisolasi karena jalan dan jembatan putus, membuat distribusi bantuan hanya dapat dilakukan dengan perahu karet.
- Gubernur Aceh Muzakir Manaf khawatir warga akan meninggal akibat kelaparan, terutama di wilayah pedalaman Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen yang belum terjangkau bantuan.
- Mualem menyebut skala kerusakan banjir dan longsor kali ini seperti “tsunami kedua” dan meminta aparat gampong hingga semua pihak bergerak cepat menyalurkan bantuan.
, Banda Aceh —Sejumlah kecamatan di Aceh hingga hari ini masih terisolasi total. Akses darat putus, jembatan runtuh, dan jalur distribusi lumpuh. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengaku khawatir tragedi kemanusiaan yang lebih besar akan terjadi jika pasokan pangan tak segera menjangkau warga di pedalaman.
“Kondisi pengungsi sangat membimbangkan. Mereka bisa meninggal bukan karena banjir, tapi karena kelaparan. Itu saja,” tegas Mualem, Sabtu (5/12).
Mualem menyebutkan wilayah paling parah berada di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian Bireuen. Di kawasan pedalaman, bantuan nyaris tak tersentuh. Kebutuhan utama kini adalah sembako dan air bersih.
“Masyarakat sangat membutuhkan sembako, terutama di daerah pedalaman yang belum terjamah,” katanya.
Ketua Umum Partai Aceh itu menjelaskan, distribusi logistik sangat sulit dilakukan. Jalur darat tak bisa dilalui, sehingga bantuan hanya bisa dipasok menggunakan perahu karet. Ia meminta semua pihak, termasuk aparatur gampong, bergerak aktif memastikan bantuan sampai ke warga.
Selain itu, fasilitas umum di banyak lokasi dilaporkan rusak berat. Mualem sendiri telah meninjau sejumlah titik terdampak di Aceh bagian timur dan tengah. Ia menyebut skala kehancuran banjir kali ini mendekati tragedi besar yang pernah menimpa Aceh dua dekade lalu.
“Banjir dan longsor ini seperti tsunami kedua,” ujar Mualem.
Bencana banjir yang melanda 18 kabupaten/kota sejak Rabu (26/11) itu masih menyisakan duka mendalam. Mualem berharap masyarakat tetap tabah menghadapi ujian ini.
“Kita sedih dan pilu melihat kondisi ini. Semoga rakyat Aceh diberi kesabaran dan kekuatan,” tutupnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: