TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Anggota DPR Endipat: Donasi 10 M Sok Hebat, Padahal Negara Sudah Hadir Sejak Awal

Poin Penting (3)
  • 1. Endipat Ingatkan Publik: Donasi Rp 10 M dianggap “sok hebat”, padahal pemerintah hadir sejak awal dengan bantuan triliunan rupiah untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
  • Legislator Gerindra itu menekankan Kementerian Komunikasi dan Digital harus lebih aktif mengamplifikasi kinerja pemerintah agar publik mengetahui upaya nyata, termasuk reboisasi Kemenhut dan perbaikan hutan oleh polisi.
  • Endipat menyoroti pihak yang datang sekali ke lokasi bencana seolah paling bekerja, sementara pemerintah sudah menyiapkan ratusan posko dan bantuan sejak awal.

Resolusi.co, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, menegaskan publik harus tahu upaya nyata pemerintah dalam menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyindir pihak yang datang sekali ke lokasi bencana seolah paling bekerja, sementara negara hadir sejak awal.

Dalam Rapat Kerja Komisi I dengan Menkomdigi Meutya Hafid di DPR, Senayan, Senin (8/12/2025), Endipat menekankan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) harus lebih agresif menyebarkan informasi bantuan pemerintah.

“Orang yang cuma datang sekali seolah‑olah paling bekerja di Aceh, padahal negara udah hadir dari awal,” tegas Endipat.

Legislator Gerindra itu menambahkan, informasi kinerja pemerintah harus diangkat masif agar tidak kalah viral dari donasi individu, seperti Rp 10 miliar, yang kerap diberitakan.

“Saya ingin Komdigi mengamplifikasi informasi strategis yang sudah dilakukan pemerintah,” lanjut Endipat.

Endipat juga menyinggung Kementerian Kehutanan yang melakukan reboisasi besar-besaran, tapi jarang terdengar publik, sehingga sering mendapat kritik meski kerja nyata sudah dilakukan.

“Contohnya Kemenhut sudah menanam pohon secara besar-besaran, tapi tidak sampai ke publik. Selalu dikritik, padahal kerja mereka banyak,” ujarnya.

Selain itu, Endipat menekankan kepolisian juga sudah melakukan tindakan perbaikan hutan di Sumatera, tapi publik jarang tahu.

Ia menegaskan pemerintah hadir sejak awal dengan bantuan triliunan rupiah. Kritiknya ditujukan kepada persepsi yang menyebut pemerintah lambat hadir di lokasi bencana.

“Orang per orang cuma nyumbang Rp 10 miliar, negara sudah triliunan ke Aceh. Ini harus jadi perhatian agar tidak ada lagi persepsi seolah pemerintah tidak hadir,” pungkas Endipat.