TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Kendala Lahan, Mendes Buka Kolaborasi dengan Swasta untuk Percepat Kopdes Merah Putih

Poin Penting (4)
  • Target 20 ribu Kopdes Merah Putih terbangun akhir 2025, dari target akhir 80 ribu unit secara bertahap, KDMP dijadikan pusat ekonomi desa untuk dekatkan pelayanan kepada masyarakat.
  • Kendala utama pengadaan lahan strategis, pemerintah buka kolaborasi dengan masyarakat dan swasta, warga Kalbar hibahkan tanah, perusahaan di Sulsel hibahkan fasos-fasum untuk KDMP.
  • Demak siapkan 136 desa dengan lahan siap bangun, sudah masuk tahap fondasi dengan target rampung Januari 2026, TNI aktif dukung pembangunan untuk perkuat ekonomi desa.
  • Claude adalah AI dan bisa keliru. Harap periksa kembali sumber yang dikutip.

Resolusi.co, JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebut sebanyak 20 ribu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih ditargetkan sudah terbangun dan siap beroperasi pada akhir 2025.

Yandri dalam kunjungan kerja di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (19/12/2025), mengatakan pembangunan Kopdes Merah Putih dilakukan secara bertahap sesuai arahan Presiden dengan target akhir mencapai 80 ribu unit di seluruh Indonesia.

“Kita sekarang fokus bertahap. Target kita tetap 80 ribu, tapi tidak sekaligus dibangun,” katanya.

Ia menjelaskan proses pembangunan tidak hanya fisik, namun mencakup pula pematangan operasional, diversifikasi usaha, serta identifikasi kesiapan lokasi. Menurutnya, hingga saat ini hampir 20 ribu Kopdes Merah Putih sudah mulai memasuki tahap pembangunan di berbagai daerah.

Mendes Yandri mengatakan Kopdes Merah Putih merupakan program strategis nasional dan program murni yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto.

“KDMP ini bakal dijadikan Pusat Ekonomi di desa dan bakal mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Olehnya, Mendes Yandri berharap agar proses pembangunan KDMP bisa tuntas dengan cepat dan tepat serta segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.

“Kita wajib mendukung pelaksanaan KDMP ini dan wajib sukseskan karena manfaatnya yang besar bagi warga desa,” katanya.

Yandri mengungkapkan tantangan utama dalam percepatan pembangunan Kopdes Merah Putih, yakni terkait pengadaan lahan yang sesuai dengan kebutuhan.

“Kebanyakan kendalanya pengadaan lahan. Kadang tanahnya ada, tapi kurang strategis, atau luasnya tidak mencukupi,” ujarnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat dan pihak swasta. Ia mencontohkan di Kalimantan Barat, terdapat warga yang menghibahkan tanahnya karena desa tidak memiliki tanah bengkok untuk pembangunan Kopdes Merah Putih.

Selain itu, ia menyebutkan di Sulawesi Selatan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi dan keterbatasan lahan, sebuah perusahaan perumahan menghibahkan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) untuk pembangunan Kopdes Merah Putih.

“Di sana sampai 14 ribu orang padat penduduknya, tapi karena tidak ada lahan, perusahaan perumahan menghibahkan fasos-fasumnya,” ujarnya.

Mendes Yandri meyakini jika semua KDMP yang dibangun bisa hebat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Sebagai contoh, di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sebanyak 136 desa dari total 249 desa/kelurahan menyediakan lahan untuk pembangunan gedung Kopdes Merah Putih, sehingga dalam waktu dekat segera memiliki gedung koperasi.

Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Arm Dony Romansah menjelaskan pembangunan gedung KDMP berlangsung di 136 titik dan saat ini sebagian besar lokasi sudah memasuki tahap fondasi.

Ia menegaskan kesiapan lahan menjadi syarat utama sebelum pelaksanaan pembangunan.

“Kalau lahan tidak siap, kami tidak bisa membangun. Jadi semua yang lahannya sudah siap langsung dibangun,” ujarnya.

Dengan progres yang berjalan saat ini, ditargetkan seluruh pembangunan gedung KDMP di 136 desa tersebut rampung pada akhir Januari 2026.

Sebelumnya, Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael juga melakukan peninjauan langsung pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di Desa Karangasem, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, pada 21 November 2025.

Peninjauan tersebut menjadi bentuk dukungan TNI terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis koperasi.

Pemerintah menargetkan keberadaan Kopdes Merah Putih dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan nilai ekonomi hasil produksi lokal.

Koperasi diharapkan dapat menjadi pusat layanan ekonomi dan sosial masyarakat desa, meliputi layanan sembako murah, simpan pinjam, klinik desa, apotek, cold storage untuk hasil pertanian dan perikanan, serta distribusi logistik.