TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Greenland Tegas Menolak: Kami Ingin Tetap Jadi Orang Greenland, Bukan Amerika

Poin Penting (3)
  • Lima partai politik Greenland sepakat menolak keinginan Trump menguasai wilayah mereka dengan tegas menyatakan ingin tetap menjadi orang Greenland, bukan Amerika atau Denmark.
  • Trump mengancam penggunaan cara militer untuk menguasai Greenland dengan alasan keamanan nasional AS dari ancaman Rusia dan China, meski tidak ada klaim resmi kedua negara tersebut.
  • Jajak pendapat menunjukkan 85 persen warga Greenland menolak bergabung dengan AS, sementara Denmark dan sekutu Eropa menyatakan keterkejutan atas ancaman Trump.

Resolusi.co, GREENLAND – Para pemimpin lima partai politik di Greenland secara tegas menyatakan penolakan terhadap keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menguasai wilayah mereka. Pernyataan bersama ini disampaikan pada Jumat malam (9/1/2026) waktu setempat, menyusul ancaman Trump yang kembali mengisyaratkan kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

“Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland,” demikian bunyi pernyataan bersama yang dirilis para pemimpin partai politik tersebut.

Dalam pernyataan yang diposting oleh Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen di media sosial, para politisi itu menegaskan kembali keinginan mereka agar Washington menghentikan sikap yang dianggap merendahkan terhadap wilayah mereka. Mereka menekankan bahwa masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri tanpa campur tangan negara lain.

“Masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland. Tidak ada negara lain yang dapat ikut campur dalam hal ini,” tegas pernyataan tersebut.

Para pemimpin partai menambahkan bahwa keputusan terkait masa depan Greenland harus diambil tanpa tekanan untuk membuat keputusan terburu-buru, tanpa penundaan, dan tanpa intervensi dari pihak asing mana pun.

Pernyataan ini muncul beberapa jam setelah Trump pada Jumat mengatakan bahwa ia akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka. Presiden AS itu mengatakan kehadiran militer Amerika di pulau tersebut berdasarkan perjanjian tahun 1951 dengan Denmark tidak cukup untuk menjamin pertahanan pulau itu.

“Kita akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka, karena jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan mengambil alih Greenland, dan kita tidak ingin bertetangga dengan Rusia atau China,” kata Trump di Gedung Putih pada Jumat.

Trump juga tidak mengesampingkan kemungkinan mengambil alih Greenland dengan cara militer.

“Saya ingin membuat kesepakatan dengan cara mudah, tetapi jika kita tidak melakukannya dengan cara mudah, kita akan melakukannya dengan cara sulit,” katanya.

Trump berulang kali menyatakan bahwa menguasai Greenland sangat penting bagi keamanan nasional AS, mengingat meningkatnya aktivitas militer Rusia dan China di kawasan Arktik. Meski demikian, tidak ada klaim resmi dari Rusia maupun China atas Greenland.

Denmark dan sekutu-sekutu Eropa lainnya telah menyatakan keterkejutan atas ancaman Trump terhadap Greenland. Pulau strategis yang terletak di antara Amerika Utara dan Arktik ini memang menjadi lokasi pangkalan militer AS sejak Perang Dunia II.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa invasi terhadap Greenland akan mengakhiri segala-galanya, termasuk pakta pertahanan NATO transatlantik dan struktur keamanan pasca-Perang Dunia II.

Greenland juga telah menarik perhatian internasional dalam beberapa tahun terakhir karena kekayaan sumber daya alamnya, termasuk mineral tanah jarang serta potensi cadangan minyak dan gas dalam jumlah besar.

Pulau ini merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953 dan memperoleh status otonomi pada 2009. Perjanjian tahun 2009 antara Greenland dan Denmark secara eksplisit mengakui hak orang Greenland untuk merdeka jika mereka memilihnya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu minggu depan dengan Menteri Luar Negeri Denmark serta perwakilan dari Greenland untuk membahas isu ini.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Verian menunjukkan bahwa 85 persen penduduk Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat. Hanya sekitar 6 persen yang lebih memilih AS ketimbang Denmark, sementara 9 persen belum memutuskan.