Dana IPO Indokripto Senilai Rp220,58 Miliar Masih Disimpan di Bank

- Dana IPO Rp220,58 miliar belum terpakai: Seluruh dana dari IPO Juli 2025 masih parkir di deposito dan giro bank, belum dialokasikan ke anak perusahaan.
- Kondisi keuangan anak usaha masih kuat: CFX dan ICC sebagai bursa dan kustodian kripto berizin OJK memiliki likuiditas solid, memberi ruang untuk menunda investasi.
- Menunggu momentum tepat: Manajemen COIN memilih strategi wait and see, memantau dinamika pasar kripto sebelum menyuntikkan modal secara efisien.
, JAKARTA – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) memberikan klarifikasi terkait penggunaan dana hasil penawaran saham perdana (IPO) sebesar Rp220,58 miliar yang terkumpul sejak Juli 2025 lalu. Seluruh dana tersebut hingga kini belum dialokasikan dan masih tersimpan di instrumen perbankan.
Perusahaan crypto exchange ini sebelumnya merencanakan dana IPO untuk memperkuat permodalan dua entitas anak. PT Central Finansial X (CFX) akan mendapat suntikan Rp175,99 miliar atau 85 persen dari total dana. Sisanya sebesar Rp31,05 miliar atau 15 persen dialokasikan untuk PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).
Namun hingga saat ini, rencana penyuntikan modal tersebut belum direalisasikan. Dana IPO masih ditempatkan dalam bentuk deposito dan giro di berbagai bank.
Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menjelaskan bahwa manajemen memilih bersikap hati-hati dalam mengalokasikan dana. Perusahaan ingin memastikan penggunaan dana dilakukan pada momentum yang tepat mengingat dinamika industri aset kripto yang berubah cepat.
“Kami melihat fundamental dan posisi keuangan Bursa CFX dan ICC sebagai bursa dan kustodian aset kripto pertama yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada dalam posisi yang kuat. Untuk itu, kami akan mengamati situasi dan perkembangan pasar terlebih dahulu sebelum menggunakan dana IPO,” kata Ade dalam siaran pers, Rabu (21/1/2026).
Ade menambahkan bahwa kondisi keuangan kedua anak perusahaan saat ini masih sangat solid. Likuiditas internal CFX dan ICC yang kuat memberikan fleksibilitas bagi manajemen untuk menunda penyaluran dana ke waktu yang lebih strategis.
Strategi penundaan ini bertujuan agar alokasi dana bisa lebih efisien dan tepat sasaran. Perusahaan ingin memastikan setiap rupiah yang diinvestasikan memberikan dampak maksimal bagi rencana ekspansi jangka panjang.
Ke depan, COIN berkomitmen terus memantau perkembangan industri kripto yang dinamis. Realisasi dana IPO akan dieksekusi pada timing yang paling tepat untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan memberikan nilai tambah optimal bagi para pemegang saham.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: