Prabowo Mau Hapus Atap Seng di Indonesia, Pakai Genteng Semua!

- Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program 'Gentengisasi' untuk mengganti seluruh atap seng di Indonesia dengan genteng tanah yang lebih sejuk dan tidak berkarat sebagai bagian dari gerakan Indonesia ASRI.
- Program ini berdiri di atas empat pilar yaitu estetika (menata wajah permukiman), identitas (karakter arsitektur Nusantara), kenyamanan (adaptif iklim tropis), dan ekonomi (menggerakkan industri genteng lokal).
- Gentengisasi dilengkapi palet warna 'Nusantara Horizon' dengan lima pilihan: biru langit, navy blue, hijau emerald, abu-abu, dan terakota untuk memberikan identitas visual yang khas.
, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mencanangkan gerakan ‘Gentengisasi’ untuk mengubah wajah permukiman Indonesia. Program ini menargetkan semua atap rumah beralih dari seng ke genteng.
Prabowo melihat banyak bangunan di Indonesia yang masih menggunakan atap seng. Menurutnya, material ini membuat ruangan panas dan cepat berkarat.
“Maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Senin (2/2).
Usulan ini bagian dari gerakan Indonesia ASRI yang digagas Prabowo. ASRI sendiri kepanjangan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Presiden menginginkan semua atap di Indonesia menggunakan genteng tanah agar lebih sejuk. Ia akan melengkapi Koperasi Merah Putih dengan pabrik genteng untuk mendukung program tersebut.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” jelasnya.
Program gentengisasi berdiri di atas empat pilar: estetika, identitas, kenyamanan, dan ekonomi.
Dari sisi estetika, gentengisasi ditujukan untuk menata wajah permukiman agar lebih rapi dan enak dipandang. Sementara dari aspek identitas, atap genteng dipandang merepresentasikan karakter arsitektur Nusantara.
Pilar kenyamanan mengacu pada kemampuan genteng beradaptasi dengan iklim tropis. Material ini dinilai mampu menjaga rumah tetap sejuk dan meningkatkan kualitas hidup.
Pilar ekonomi difokuskan pada pengembangan industri genteng lokal. Program ini diharapkan membuka lapangan kerja dan menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan dari hulu ke hilir.
Gentengisasi juga dilengkapi dengan palet warna bernama ‘Nusantara Horizon’. Ada lima pilihan warna: biru langit, navy blue, hijau emerald, abu-abu, dan terakota.
Biru langit dipilih untuk menciptakan nuansa sejuk dan menenangkan. Navy blue memberikan karakter kuat dan elegan.
Hijau emerald merepresentasikan keasrian alam dan lingkungan layak huni. Abu-abu menjadi pilihan netral yang modern dan kokoh. Sedangkan terakota menyerupai rona merah bata pada atap seng yang berkarat.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: