Jusuf Hamka Dukung Indonesia Gabung Board of Peace, Sebut Prabowo Ahli Strategi

- Jusuf Hamka atau Babah Alun mendukung keputusan Prabowo Subianto gabung Board of Peace, meyakini Prabowo sebagai ahli strategi memiliki perhitungan matang
- Ia menilai lebih baik Indonesia terlibat aktif di Dewan Perdamaian yang mayoritas negara muslim ketimbang hanya jadi penonton dari luar tanpa pengaruh
- Pertemuan Prabowo dengan 40 tokoh ormas Islam di Istana Kepresidenan membahas keanggotaan RI di Board of Peace yang menuai pro-kontra
, Jakarta – Tokoh muslim Tionghoa Jusuf Hamka atau Babah Alun menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dengan Board of Peace (BoP). Ia hadir dalam pertemuan Prabowo dengan ormas Islam di Istana Kepresidenan, Selasa (3/2/2026).
Jusuf meyakini Prabowo sebagai mantan Panglima Kostrad pasti menguasai strategi dalam mengambil keputusan tersebut. Ia mengajak publik untuk berpikir positif ketimbang berprasangka buruk.
“Kita harus percaya Presiden Prabowo, ini bekas Panglima Kostrad, panglima perang. Pasti ahli strategi,” kata Jusuf di kompleks Istana.
Menurutnya, keanggotaan Board of Peace yang mayoritas berasal dari negara-negara muslim seharusnya membuat Indonesia tidak ragu. Ia membandingkan posisi Indonesia di Dewan Keamanan PBB yang tidak memiliki hak veto, sementara di Dewan Perdamaian Indonesia berpotensi punya pengaruh lebih besar.
“Kita anggota Dewan Keamanan PBB tapi kita tidak punya hak veto. Sekarang ini kita dua pertiga punya hak veto,” ungkap Jusuf.
Ia menilai lebih strategis jika Indonesia terlibat aktif dan memberi warna dari dalam ketimbang hanya menjadi penonton.
“Daripada kita nonton di luar, kan mendingan kita mewarnai di dalam,” lanjutnya.
Jusuf mengaku sebagai warga negara yang baik dan umat beragama, ia memilih untuk mempercayai langkah pemerintah. Ia menghindari sikap curiga berlebihan terhadap kebijakan yang diambil Prabowo.
Pertemuan di Istana tersebut menghadirkan sekitar 40 tokoh dari berbagai ormas Islam, termasuk pimpinan pondok pesantren dan tokoh muslim lainnya. Agenda utama adalah pembahasan terkait keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: