Israel Langgar Gencatan Senjata Lagi, 12 Warga Gaza Tewas dalam Serangan 24 Jam Terakhir

- Israel kembali melanggar gencatan senjata yang dimediasi AS dengan melancarkan serangan ke Gaza pada Minggu 15 Februari 2026, menewaskan 12 orang dalam 24 jam terakhir meski kesepakatan gencatan senjata telah memasuki fase kedua bulan lalu, kekerasan terus berlanjut di wilayah Palestina
- Badan pertahanan sipil di bawah otoritas Hamas laporkan lima orang tewas di serangan udara tenda pengungsi Jabalia di Gaza utara, lima orang lagi tewas di Khan Yunis selatan, serta dua orang tewas akibat tembakan pasukan Israel di Kota Gaza dan Beit Lahia, rumah sakit Al-Shifa dan Nasser konfirmasi terima tujuh jenazah
- Osama Abu Askar yang kehilangan keponakannya dalam serangan Jabalia menyatakan Israel tidak memahami gencatan senjata atau perdamaian, warga Gaza dibunuh saat mereka tidur
, Gaza – Israel lagi-lagi melanggar gencatan senjata usai kembali menyerang Gaza. Terakhir, serangan terbaru Israel menewaskan 12 orang.
Dirangkum detikcom, seperti dilansir AFP, Senin (16/2), meskipun gencatan senjata yang dimediasi AS memasuki fase kedua bulan lalu, kekerasan terus berlanjut di wilayah Palestina. Israel masih terus melancarkan serangan ke Gaza.
Pada Minggu (15/2), serangan Israel di Gaza menyebabkan setidaknya 10 orang tewas dalam 24 jam terakhir. Kemudian jumlah korban tewas bertambah menjadi 12 orang.
Badan pertahanan sipil, yang beroperasi sebagai pasukan penyelamat di bawah otoritas Hamas, mengatakan satu serangan menghantam tenda pengungsi di Gaza utara dan serangan lainnya menargetkan area di selatan.
Lima orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka ketika serangan udara Israel menargetkan tenda pengungsi di Jabalia di utara. Lima orang lagi tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan terpisah di pagi hari di kota Khan Yunis di selatan.
Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan satu orang lagi tewas akibat penembakan oleh pasukan Israel di Kota Gaza. Tembakan Israel menewaskan satu orang di Beit Lahia di Gaza utara.
Rumah sakit Al-Shifa dan Nasser mengkonfirmasi telah menerima setidaknya tujuh jenazah.
“Israel tidak memahami gencatan senjata atau perdamaian,” kata Osama Abu Askar, yang kehilangan keponakannya dalam serangan Jabalia.
Ia mengatakan warga Gaza dibunuh saat mereka tidur.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: