TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Doktif Tuding Richard Lee Berakting Saat Diperiksa di Polda Metro Jaya, Kasus Hukum Terus Bergulir

Poin Penting (3)
  • Doktif menuding Richard Lee berakting di depan media saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, mengklaim Richard bersikap berbeda di dalam dan di luar ruang periksa.
  • Richard Lee diperbolehkan pulang tanpa ditahan dengan alasan kondisi kesehatan menurun, namun Doktif menegaskan bukti hukum yang dimilikinya jauh lebih kuat dan siap ditunjukkan.
  • Kasus dugaan pelanggaran UU Kesehatan dan UU ITE yang menjerat Richard Lee masih bergulir di Polda Metro Jaya setelah praperadilannya ditolak pengadilan.

Resolusi.co, Jakarta – Pemeriksaan Richard Lee sebagai tersangka di Polda Metro Jaya ternyata tidak meredakan ketegangan antara dirinya dan Dokter Detektif alias Doktif. Alih-alih menunjukkan tanda-tanda berdamai, Doktif justru keluar dengan kritik yang lebih tajam dari sebelumnya.

Menurut Doktif, perilaku Richard Lee saat diperiksa polisi penuh dengan sandiwara. Pemilik klinik kecantikan itu dinilai sengaja menampilkan sisi emosional untuk menghindari penahanan, bukan karena penyesalan yang tulus.

“Kalau Doktif sih merasa karena dia mungkin akan ditahan, mungkin ngemis-ngemis kali ya supaya gak ditahan gitu kan,” kata Doktif saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Yang membuat Doktif lebih yakin dengan penilaiannya adalah perbedaan sikap Richard Lee di dalam dan di luar ruang pemeriksaan. Di depan kamera media, Richard tampak ramah dan bersahabat. Ceritanya berbeda di dalam gedung.

“Itulah dia, dia bermain dramanya luar biasa, ‘Halo Doktif,’ gitu kan, di dalam mah dicuekin guys. Yang nyapa Doktif duluan ya,” beber Doktif.

Doktif tidak menyembunyikan skeptisismenya terhadap segala ekspresi yang ditampilkan Richard Lee di hadapan publik.

“Dan dia memang jago banget untuk berdrama, bermain akting dia sangat jago sekali. Jadi sedikit pun Doktif gak percaya ya dengan aktingnya dia,” ujarnya.

Meski Richard akhirnya diizinkan pulang dengan alasan kondisi kesehatannya menurun, Doktif menegaskan proses hukum tidak akan berhenti di situ.

“Ya biarkanlah dia berbicara. Nanti kan bukti yang akan kita tunjukkan ya. Oke. Maling gak ada yang ngaku, silakan dia berbicara seperti itu,” pungkas Doktif.

Perseteruan keduanya bermula dari konten-konten Doktif yang mempertanyakan klaim produk skincare milik Richard Lee. Kasus ini kini masih diproses di Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran UU Kesehatan dan UU ITE. Praperadilan yang sempat diajukan Richard Lee sebelumnya sudah ditolak pengadilan.

Yang menarik dari dinamika ini adalah betapa ruang publik digital, yang sebenarnya jadi tempat Doktif membangun pengaruhnya, kini juga menjadi arena di mana setiap gestur Richard Lee dibedah habis, bahkan sebelum pengadilan bicara.