Rudal Iran Hantam Dua Bandara di UEA, Satu Warga Negara Asia Tewas dan 11 Terluka

- Rudal Iran menghantam Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi dan Bandara Internasional Dubai (DXB), menewaskan satu warga negara Asia dan melukai setidaknya 11 orang termasuk staf bandara.
- Operasi penerbangan di DXB dan Al Maktoum International (DWC) dihentikan total; puing rudal yang dicegat jatuh di sejumlah kawasan Abu Dhabi termasuk Saadiyat Island, Khalifa City, dan Bani Yas.
- Serangan merupakan balasan Iran atas operasi militer gabungan AS-Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2); UEA mengecam keras dan menyatakan hak untuk merespons demi melindungi kedaulatannya.
, Abu Dhabi – Dua bandara utama Uni Emirat Arab lumpuh setelah rudal Iran menyasar wilayah UEA sebagai bagian dari serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel, Sabtu (28/2/2026) hingga Minggu dini hari.
Korban pertama jatuh di Abu Dhabi. Pihak pengelola Bandara Internasional Zayed mengonfirmasi satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka dalam insiden yang terjadi di kawasan bandara tersebut.
“Bandara Abu Dhabi mengkonfirmasi insiden di Bandara Internasional Zayed yang mengakibatkan satu kematian warga negara Asia dan tujuh luka-luka,” demikian pernyataan resmi pihak bandara yang dikutip AFP.
Di Dubai, Bandara Internasional Dubai atau DXB juga tak luput. Empat anggota staf bandara mengalami luka-luka, sementara sebuah ruang tunggu di terminal mengalami kerusakan ringan. Dubai Airports menyebut situasi sudah ditangani dengan cepat dan sebagian besar terminal telah dikosongkan dari penumpang sebelum insiden meluas.
Tidak hanya DXB. Operasi penerbangan di Dubai World Central, Bandara Al Maktoum International atau DWC, ikut dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Ribuan penumpang terdampar dan otoritas setempat berkoordinasi dengan maskapai untuk proses evakuasi.
Kebakaran juga muncul di kawasan Palm Jumeirah. Sebuah gedung di area wisata ikonik itu terbakar, empat orang terluka dan segera dibawa ke fasilitas medis. Pemadam kebakaran Dubai menyatakan api berhasil dikendalikan.
Adapun puing-puing dari rudal yang berhasil dicegat sistem pertahanan UEA jatuh di sejumlah kawasan Abu Dhabi, termasuk Saadiyat Island, Khalifa City, Bani Yas, Mohamed Bin Zayed City, dan Al Falah. Kementerian Pertahanan UEA menyatakan tidak ada korban jiwa di titik-titik itu.
Serangan ini bukan kejadian tunggal. Militer Iran melepaskan setidaknya dua gelombang rudal dan drone ke wilayah UEA, dan sistem pertahanan udara negara itu mengklaim berhasil mencegat sebagian besar ancaman. Kementerian Pertahanan UEA bahkan mempublikasikan foto-foto serpihan rudal Iran yang berhasil dijatuhkan.
Konteks serangan ini tidak bisa dilepaskan dari situasi Sabtu pagi, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, termasuk ke Teheran. Iran merespons dengan menembakkan rudal dan drone ke berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah, termasuk ke negara-negara yang menjadi tuan rumah aset Amerika, di antaranya UEA, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania.
Yang membuat situasi ini lebih pelik, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan di Teheran. Pihak Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengonfirmasi atau membantah klaim tersebut, dan ketidakpastian itu sendiri sudah cukup untuk membuat kalkulasi di lapangan menjadi sangat sulit diprediksi.
Pemerintah UEA merespons dengan keras. Kementerian Luar Negeri menyebut serangan Iran sebagai pelanggaran terang-terangan atas kedaulatan nasional dan bertentangan dengan hukum internasional. UEA juga menyatakan berhak penuh untuk membalas demi melindungi warga dan keamanan negaranya.
Sebagai langkah antisipatif, pemerintah UEA mengalihkan seluruh kegiatan belajar-mengajar ke mode jarak jauh mulai Senin, 2 Maret, hingga Rabu, 4 Maret 2026, berlaku untuk semua sekolah dan universitas negeri maupun swasta di seluruh negeri.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: