Haul Ke-93 RKH Abd Hamid Itsbat Banyuanyar Dihadiri Puluhan Ribu Alumni dan Pejabat

- Haul ke-93 RKH Abd Hamid Bin Maulana RKH Itsbat digelar LPI Al-Hamidy Banyuanyar Timur di Palengaan, Pamekasan pada Minggu (8/3/2026), dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Khofifah, Wagub Emil, Forkopimda, serta puluhan ribu alumni dan simpatisan
- Pengasuh RKH Muhammad Rofi'i Baidhowi mengisahkan keteladanan RKH Abd Hamid yang istikamah salat tahajud, tidak pernah meninggalkan salat jemaah, melakukan riyadhah puasa 15 tahun untuk diri, keturunan dan santri, serta pernah disebut sebagai wali saat di Makkah dan wafat dikubur di maqbaroh Ma'la
- Pondok Pesantren Banyuanyar merupakan salah satu pesantren tertua di Madura yang didirikan KHR Itsbat bin Ishaq sekitar 1800 M, melahirkan banyak tokoh ulama dan pesantren lain di Madura dan Jawa termasuk PP Mambaul Ulum Bata-Bata dan PP Nurul Jadid Paiton
, Pamekasan – Lembaga Pendidikan Islam Al-Hamidy Banyuanyar Timur menggelar Haul RKH Abd Hamid Bin Maulana RKH Itsbat ke-93 di halaman Dalem Timur, Minggu (8/3/2026). Kegiatan rutin tahunan untuk mengenang pendiri Pondok Pesantren Banyuanyar yang juga merupakan salah satu pesantren tertua di Madura ini dihadiri puluhan ribu alumni dari berbagai daerah.
Acara yang berlangsung di Desa Potoan Daya, Kecamatan Palengaan, Pamekasan itu menghadirkan sejumlah tokoh ulama terkemuka. Di antaranya Pengasuh Nurul Jadid Paiton Probolinggo KH Moh Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban KH Ubaidillah Faqih, dan pengasuh pesantren lainnya.
Haul akbar ini juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub Emil Elestianto Dardak, dan Forkopimda setempat.
Pengasuh LPI Al-Hamidy Banyuanyar RKH Muhammad Rofi’i Baidhowi menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni dan semua pihak yang telah berpartisipasi pada kegiatan tersebut.
“Semoga segala kebaikan dibalas dengan sebaik-baiknya kebaikan oleh Allah,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Kiai Rofi’i mengisahkan bahwa semasa hidup RKH Abd Hamid senantiasa istikamah salat tahajud dan tidak pernah meninggalkan salat jemaah, hingga sandalnya pun tetap di satu tempat.
“Hal itu saya dengarkan langsung dari santri beliau, yang dulu berkhidmah membantu Kiai Abd Hamid menyediakan air ketika berwudu serta ibadah lainnya,” ucapnya.
Kiai Rofi’i juga mengemukakan bahwa RKH Abd Hamid pernah disebut sebagai salah satu wali saat tinggal di Makkah. Hal tersebut pernah disampaikan oleh Sayid Alawi saat mengajar.
RKH Abd Hamid dikenal melakukan riyadhah puasa selama 15 tahun dengan tujuan 5 tahun untuk dirinya dan isterinya, 5 tahun untuk keturunannya, dan 5 tahun untuk santrinya. Beliau wafat di Makkah dan dikubur di maqbaroh Ma’la.
Dalam kesempatan itu, Kiai Rofi’i juga mengajak semua hadirin untuk berdoa agar meninggal dalam keadaan husnulkhatimah dan mempunyai anak yang saleh.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa para leluhur sepantasnya mendapatkan penghormatan atas perjuangan dan nilai-nilai yang diwariskan.
“Kalau bukan karena perjuangan mereka, kita tidak mungkin bisa seperti saat ini. Maka kita harus mendoakan yang terbaik bagi mereka,” pungkasnya.
Pondok Pesantren Banyuanyar didirikan oleh KHR Itsbat bin Ishaq sekitar tahun 1800 M atau 1219 H. Nama Banyuanyar berasal dari penemuan sumber mata air yang jernih oleh Kiai Itsbat saat membabat lokasi tersebut. Setelah Kiai Itsbat wafat, kepemimpinan diteruskan oleh putranya RKH Abd Hamid Itsbat, yang kemudian melahirkan banyak tokoh ulama dan pesantren lain di Madura dan Jawa, termasuk Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: