TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

16 Maret 2026
TODAY'S RECAP
Megawati Kirim Surat Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Serukan Visi Trisakti Bung Karno untuk Iran Ayam Rp40.000, Cabai Jauh di Bawah HET, Minyakita Turun Rp1.000: Hasil Sidak Mendag di Pasar Rawasari IHSG Dibuka Melemah 0,30% ke 7.115 di Awal Pekan, Pasar Lebih Khawatir Eskalasi Geopolitik ketimbang Janji Disiplin Fiskal Prabowo Dorong Kurikulum Koperasi Merah Putih di Sekolah, Chusni Mubarok: Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan Pakar: Trump Kehilangan Kendali dan Putus Asa Hadapi Iran Dari Persia untuk Dunia: Tiga Ilmuwan Iran yang Karyanya Jadi Rujukan Berabad-abad Perintah Presiden, Kapolri Jamin Lindungi Identitas Pemberi Informasi Kasus Andrie Yunus Trump Minta Inggris dan China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Megawati Kirim Surat Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Serukan Visi Trisakti Bung Karno untuk Iran Ayam Rp40.000, Cabai Jauh di Bawah HET, Minyakita Turun Rp1.000: Hasil Sidak Mendag di Pasar Rawasari IHSG Dibuka Melemah 0,30% ke 7.115 di Awal Pekan, Pasar Lebih Khawatir Eskalasi Geopolitik ketimbang Janji Disiplin Fiskal Prabowo Dorong Kurikulum Koperasi Merah Putih di Sekolah, Chusni Mubarok: Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan Pakar: Trump Kehilangan Kendali dan Putus Asa Hadapi Iran Dari Persia untuk Dunia: Tiga Ilmuwan Iran yang Karyanya Jadi Rujukan Berabad-abad Perintah Presiden, Kapolri Jamin Lindungi Identitas Pemberi Informasi Kasus Andrie Yunus Trump Minta Inggris dan China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Cari berita

Dorong Kurikulum Koperasi Merah Putih di Sekolah, Chusni Mubarok: Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan

Poin Penting (3)
  • Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim, Chusni Mubarok, mendorong pendidikan koperasi diintegrasikan secara formal ke dalam kurikulum sekolah sebagai fondasi ideologis program Koperasi Desa Merah Putih.
  • Melalui koperasi sekolah, siswa tidak hanya belajar literasi keuangan, tetapi juga mempraktikkan transparansi, akuntabilitas, dan kepemimpinan kolektif sejak dini.
  • Generasi yang terdidik nilai gotong-royong sejak bangku sekolah diyakini akan menjadi pengelola Koperasi Desa yang profesional dan berintegritas, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Resolusi.co, Surabaya – Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Chusni Mubarok, mendorong langkah strategis untuk mengintegrasikan pendidikan koperasi secara formal ke dalam kurikulum sekolah di berbagai jenjang pendidikan. Langkah ini dinilai mendesak sebagai upaya sistematis guna mendukung program prioritas pemerintah dalam memperkuat Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Chusni menjelaskan, sekolah merupakan hulu strategis dalam membentuk karakter generasi muda agar kembali pada nilai-nilai ekonomi gotong-royong. Hal ini, menurutnya, sangat relevan agar integrasi ekonomi nasional memiliki landasan ideologi yang selaras, mulai dari kurikulum pendidikan hingga implementasi Koperasi Desa di tingkat akar rumput.

Sinkronisasi Kurikulum

Chusni menyoroti bahwa penguatan koperasi melalui jalur pendidikan adalah kunci keberhasilan program strategis nasional. Ia memandang kurikulum Koperasi Merah Putih di sekolah akan menjadi penyokong utama bagi keberlanjutan Koperasi Desa Merah Putih yang tengah digalakkan pemerintah.

“Koperasi harus menjadi kurikulum di sekolah-sekolah agar kita dapat kembali menguatkan nilai-nilai ekonomi gotong-royong. Tujuannya, agar generasi mendatang benar-benar memahami sistem ekonomi yang berpihak pada rakyat, sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945. Jika anak muda sudah teredukasi sejak bangku sekolah, mereka akan menjadi motor penggerak Koperasi Desa yang profesional sekaligus ideologis,” ujar Chusni.

Ia menambahkan bahwa pendidikan ini bukan sekadar teori kewirausahaan, melainkan bentuk internalisasi nyata terhadap semangat Pasal 33 UUD 1945. Dengan demikian, Koperasi Desa Merah Putih tidak akan kekurangan sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas manajerial sekaligus komitmen moral terhadap ekonomi kebersamaan.

Laboratorium Demokrasi dan Literasi Keuangan

Chusni menegaskan, keberadaan materi Koperasi Merah Putih di sekolah berfungsi sebagai laboratorium demokrasi terapan. Siswa tidak hanya belajar mengelola keuangan, tetapi juga mempraktikkan transparansi, akuntabilitas, dan prinsip kepemimpinan kolektif.

“Di samping membangun karakter kewirausahaan, koperasi sekolah membentuk dasar literasi keuangan sosial. Siswa belajar tentang sistem ekonomi yang berbasis kebersamaan. Inilah bekal penting bagi mereka untuk nantinya mengelola Koperasi Desa, sehingga perekonomian di desa-desa kita bisa benar-benar mandiri dan berdaulat,” urainya.

Menurutnya, pemahaman yang kuat sejak dini akan mencegah penyimpangan dalam praktik koperasi di masa depan. Koperasi Desa Merah Putih pun akan tumbuh menjadi lembaga yang sehat karena dikelola oleh individu yang telah terpapar nilai-nilai kejujuran dan gotong-royong sejak bangku sekolah.

Investasi bagi Ketahanan Ekonomi Nasional

Chusni menegaskan, integrasi antara kurikulum sekolah dan penguatan koperasi desa merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan ekonomi nasional. Model ekonomi berbasis koperasi dianggapnya sebagai soko guru yang paling tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global.

“Sudah selayaknya ekonomi ini menjadi bagian dari bahan ajar kurikulum, agar perekonomian kita yang dibangun bersama dalam model koperasi ini mampu menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sinergi antara pendidikan dan program Koperasi Desa Merah Putih adalah jalan lurus menuju kemakmuran bangsa,” pungkasnya.