Apresiasi Perempuan Inspiratif, DPW PKB DIY Gelar Kegiatan “Menapaki Jejak Kartini”

- DPW PKB DIY menggelar kegiatan "Menapaki Jejak Kartini" untuk mengapresiasi perempuan inspiratif di Yogyakarta, mulai dari sosok ibu yang menguliahkan 6 anak dengan kerja serabutan, guru PAUD berpenghasilan rendah, hingga pengasuh pesantren.
- Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, menegaskan bahwa semangat Kartini saat ini tercermin pada perempuan di akar rumput yang berjuang dalam diam di berbagai sektor seperti pendidikan, ekonomi keluarga, dan sosial budaya.
- Melalui momentum ini, DPW PKB DIY menegaskan komitmen politiknya untuk terus memperjuangkan kesetaraan gender dan kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan di semua lini kehidupan.
, Yogyakarta — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan bertajuk “Menapaki Jejak Kartini” pada Sabtu–Minggu, 18–19 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh DPW PKB DIY bersama jajaran pengurus sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan perempuan sekaligus refleksi nilai-nilai Kartini di masa kini.
Kegiatan ini mengangkat kisah nyata perempuan-perempuan inspiratif dari berbagai wilayah di DIY dengan latar perjuangan yang beragam.
Di Gunungkidul, sosok Ibu Santiyem menjadi potret ketangguhan seorang ibu yang harus menjalani peran sebagai kepala keluarga. Sejak ditinggal suami, ia membesarkan enam anaknya seorang diri dengan berbagai pekerjaan serabutan, mulai dari buruh tani hingga berjualan angkringan.
Dengan penuh keuletan dan pengorbanan, ia berhasil mengantarkan seluruh anaknya hingga menempuh pendidikan tinggi. Kisahnya menjadi simbol kekuatan cinta dan keteguhan seorang ibu dalam menghadapi keterbatasan.
Sementara itu di Mangunan, Bantul, Atik Dwi Astuti menunjukkan dedikasi luar biasa sebagai pendidik anak usia dini. Selama bertahun-tahun mengabdi sebagai guru dengan penghasilan sekitar Rp300 ribu per bulan, ia tetap setia mendidik anak-anak mengenal dunia, dari huruf hingga nilai-nilai kehidupan.
Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tetap menjalankan perannya sebagai ibu sekaligus pengajar dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.

Di lingkungan pondok pesantren, Ibu Hj. Nadhiroh Mujab menjadi sosok perempuan inspiratif yang menjaga keberlangsungan tradisi pendidikan pesantren. Sepeninggal sang suami, ia melanjutkan amanah besar untuk mengasuh dan mengembangkan Pondok Pesantren Al Mahali.
Dengan keteguhan dan keikhlasan, ia mampu mempertahankan bahkan mengembangkan pesantren sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Tak hanya dari akar rumput, semangat Kartini juga tercermin dalam sosok perempuan yang terus mengembangkan diri dan memberi inspirasi di ruang yang lebih luas.
Ita Reksosapradja hadir sebagai figur perempuan yang aktif dalam pengembangan seni bela diri taijiquan di Yogyakarta. Melalui komunitas yang ia dirikan, ia tidak hanya membina prestasi, tetapi juga membuka ruang pembelajaran, kesehatan, dan pemberdayaan bagi masyarakat lintas usia.
Kiprahnya menunjukkan bahwa perempuan masa kini terus bergerak, berprestasi, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk menghadirkan kembali semangat Kartini dalam konteks kehidupan masyarakat hari ini.
“Kartini hari ini bukan hanya tokoh sejarah, tetapi hadir dalam kehidupan nyata, di desa, di ruang kelas, di pesantren, hingga ruang-ruang pengembangan diri. Mereka adalah perempuan-perempuan hebat yang terus berjuang dalam diam, namun memberi dampak besar,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPW PKB DIY, Aslikh Rina Ulyaddin, menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen PKB dalam memperjuangkan pemberdayaan perempuan.
“Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga, masyarakat, hingga peradaban. Dari keterbatasan, mereka justru melahirkan kekuatan. Ini adalah nilai yang harus terus kita dukung bersama,” ungkapnya.
Melalui dokumentasi naratif dan visual yang disajikan, kegiatan Menapaki Jejak Kartini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, sekaligus mengingatkan bahwa semangat Kartini terus hidup dalam berbagai bentuk perjuangan perempuan Indonesia hari ini.
DPW PKB DIY berharap, momentum Hari Kartini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi penguat komitmen bersama dalam mendorong kesetaraan, keadilan, dan pemberdayaan perempuan di semua lini kehidupan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: