TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

22 April 2026
TODAY'S RECAP
Pertamina Serahkan Mobil Mamografi Ramah Difabel ke YKPI, Targetkan 1.000 Perempuan Diperiksa Menteri Haji Lepas Kloter Pertama di Pondok Gede, Jemaah Diminta Disiplin Jaga Kesehatan Kloter Perdana Haji 2026 dari Yogyakarta dan Jakarta Mendarat di Madinah Rabu Pagi Struk SPBU Kini Tampilkan Subsidi Rp6.088 per Liter, Harga Asli Pertalite Tembus Rp16.088 Respons Kenaikan Harga Gas, Dedi Mulyadi: Warga di Kampung Banyak Kayu, Pakai Saja Di Hari Kartini 2026, Khofifah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tekan Angka Kematian Ibu di Jawa Timur Suhu Tanah Suci Diprediksi Tembus 47 Derajat Celsius Saat Puncak Haji 2026 Tanpa Kesepakatan, Trump Bilang “Bom Akan Meledak”: Nasib Perundingan Iran di Pakistan Kini Tak Pasti Pertamina Serahkan Mobil Mamografi Ramah Difabel ke YKPI, Targetkan 1.000 Perempuan Diperiksa Menteri Haji Lepas Kloter Pertama di Pondok Gede, Jemaah Diminta Disiplin Jaga Kesehatan Kloter Perdana Haji 2026 dari Yogyakarta dan Jakarta Mendarat di Madinah Rabu Pagi Struk SPBU Kini Tampilkan Subsidi Rp6.088 per Liter, Harga Asli Pertalite Tembus Rp16.088 Respons Kenaikan Harga Gas, Dedi Mulyadi: Warga di Kampung Banyak Kayu, Pakai Saja Di Hari Kartini 2026, Khofifah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tekan Angka Kematian Ibu di Jawa Timur Suhu Tanah Suci Diprediksi Tembus 47 Derajat Celsius Saat Puncak Haji 2026 Tanpa Kesepakatan, Trump Bilang “Bom Akan Meledak”: Nasib Perundingan Iran di Pakistan Kini Tak Pasti

Cari berita

Pertamina Serahkan Mobil Mamografi Ramah Difabel ke YKPI, Targetkan 1.000 Perempuan Diperiksa

Poin Penting (3)
  • Pertamina menyerahkan mobil mamografi kedua kepada YKPI di Hari Kartini, dirancang ramah difabel dan beroperasi gratis keliling ke berbagai daerah di Indonesia.
  • Program PinkCheck diluncurkan bersamaan, menargetkan 1.000 perempuan menjalani pemeriksaan payudara, didukung edukasi SADARI dan talkshow kesehatan.
  • Mobil mamografi pertama dari Pertamina (diserahkan 2014) telah melayani lebih dari 18.200 perempuan dan menempuh jarak lebih dari 25.000 kilometer.

Resolusi.co, JAKARTA – Tepat di peringatan Hari Kartini, PT Pertamina (Persero) menyerahkan satu unit mobil mamografi kepada Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI). Penyerahan berlangsung Selasa, 21 April 2026, di Jakarta, dan disertai peluncuran program PinkCheck, kampanye pemeriksaan dini kanker payudara yang menargetkan 1.000 perempuan.

Mobil ini bukan kendaraan biasa. Dirancang dengan fasilitas lengkap dan aksesibel bagi penyandang disabilitas, unit tersebut diklaim sebagai satu-satunya armada mamografi mobile di Indonesia yang benar-benar ramah difabel. Pertamina menyatakan kendaraan ini akan beroperasi keliling ke berbagai wilayah secara gratis.

“Mobil mamografi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan mendorong perempuan Indonesia berani memeriksakan diri. Ini upaya nyata untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik dan lebih cepat,” kata Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza.

Kanker payudara masih tercatat sebagai kasus kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia. Angka itu yang mendorong Pertamina, menurut Oki, menjadikan deteksi dini sebagai salah satu fokus program sosialnya.

Ketua YKPI Linda Agum Gumelar menyebut kehadiran unit baru ini sebagai langkah maju yang konkret. Fasilitas yang lebih canggih dan inklusif, kata Linda, menjawab celah layanan yang selama ini sulit diakses sebagian kalangan.

“Mobil ini memungkinkan perempuan, termasuk pengguna kursi roda, mendapatkan pemeriksaan dengan nyaman dan gratis. Akses kesehatan harus inklusif dan dapat dijangkau semua kalangan,” ujar Linda.

“Momentum Hari Kartini menjadi simbol transformasi semangat kesetaraan menjadi aksi nyata dalam pemenuhan hak kesehatan perempuan,” tambahnya.

Unit ini adalah mobil mamografi kedua yang diserahkan Pertamina kepada YKPI. Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengungkapkan, armada pertama yang diserahkan pada 2014 telah menempuh lebih dari 25.000 kilometer dan melayani lebih dari 18.200 perempuan tanpa biaya.

“Dengan unit yang lebih besar dan teknologi lebih canggih, kami berharap layanan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perempuan Indonesia dalam melakukan deteksi dini kanker payudara,” ujar Arya.

Di lapangan, antusias peserta terasa langsung. Tia, pendamping difabel asal Depok yang ikut dalam kegiatan tersebut, mengaku baru pertama kali menjalani pemeriksaan mamografi.

“Terima kasih kepada Pertamina yang memfasilitasi pemeriksaan ini. Saya berharap program ini bisa terus diperluas, termasuk bagi difabel yang selama ini kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan,” ujar Tia.

Ariani, anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia yang sehari-hari menggunakan kursi roda, mengaku tidak menyangka fasilitas sekelas rumah sakit bisa hadir dalam sebuah kendaraan.

“Saya tidak menyangka alat-alat canggih yang biasanya ada di rumah sakit kini tersedia di mobil ini. Fasilitasnya ramah difabel sehingga memudahkan saya menjalani pemeriksaan,” katanya.

Dari sisi medis, dr. Hardina yang memberikan sosialisasi dalam kegiatan tersebut mengingatkan bahwa mamografi adalah metode pemindaian sinar X-Ray yang efektif untuk mendeteksi kanker sejak stadium awal, bahkan sebelum gejala muncul.

“Pemeriksaan ini dianjurkan secara rutin, terutama bagi perempuan usia 40 tahun ke atas. Deteksi dini sangat penting karena kanker payudara sering kali tidak menunjukkan gejala khusus pada tahap awal,” kata dr. Hardina.

“Tidak semua penderita merasakan adanya benjolan sehingga pemeriksaan berkala menjadi kunci untuk meningkatkan peluang kesembuhan,” lanjutnya.

Yang menarik, kegiatan ini juga berisi talkshow pencegahan kanker payudara dan edukasi SADARI, pemeriksaan payudara sendiri, yang melibatkan kolaborasi antara YKPI dan Pertamedika IHC. Pertamina tampaknya tidak ingin programnya berhenti di serah terima kendaraan, melainkan mendorong perubahan perilaku kesehatan yang lebih dalam.